News

Kiai Muddatstsir Minta Aparat Batasi Masuknya Dai Kontroversi ke Pamekasan

PAMEKASAN – KH. R. Muhammad Muddatstsir Badruddin, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan meminta, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama aparat setempat membuat peraturan tentang masuknya dai kontroversi ke Pamekasan.

Hal itu disampaikan saat memberikan tausiah secara daring pada acara Resepsi Puncak hari lahir (Harlah) satu abad Nahdlatul Ulama PCNU Pamekasan, Rabu malam (15/02/2023), di Lapangan Pegantenan, Desa Bulangan Barat, Pegantenan, Pamekasan.

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut mengawali tausiahnya dengan permohonan maaf kepada KH. Muhammad Anwar Mansur dan KH. Zulfa Mustofa, serta seluruh panitia dan Nahdliyin, lantaran tidak bisa hadir langsung ke lokasi disebabkan kondisi kesehatan.

Lebih lanjut, Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu menjelaskan tentang munculnya dajjal dan turunnya Nabi Isa, serta fitnah-fitnah akhir zaman, termasuk maraknya zina online, judi online hingga hoaks yang bertebaran di media sosial (Medsos).

“Kita lihat di media sosial. Mohon maaf, ini mungkin pihak kepolisian lebih tahu, hampir tidak ada detik tanpa hoaks di dunia, termasuk di Indonesia. Keadaan seperti ini yang menjadi tanda-tanda kiamat,” jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan itu juga menyoroti beberapa fenomena yang terjadi akhir-akhir ini di Madura, khususnya Pamekasan. Menurutnya, dai-dai kontroversi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat hendaknya dibatasi masuk ke Pamekasan.

“Maka untuk membendung ini saya sangat mengharapkan Pemkab (Pamekasan, Red) menyatu satu meja dengan para ulama disponsopri oleh MUI, kemudian Ormas-ormas Islam, termasuk NU dilibatkan, pihak kepolisian terutama yang menangani masalah-masalah seperti ini secara langsung harus dilibatkan,” paparnya.

Kiai Muddatstsir berharap, agar Pemkab Pamekasan bersama pihak terkait membuat peraturan untuk membatasi dai yang masuk ke Pamekasan dan menekankan metode dakwah berbasis kajian kitab, sebagai upaya meredam keresahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.


Reporter: Abonk
Editor: Ahnu