News

Kiai Muddatstsir Kagumi Kealiman Kiai Zulfa Mustofa

PAMEKASAN – Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, KH. Muhammad Muddatstsir Badruddin, mengakui kekagumannya kepada KH. Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurut Kiai Muddatstsir, Kiai Zulfa meski terbilang berusia muda, tapi keilmuannya tidak bisa diragukan.

Hal ini disampaikan oleh Rais Syuriah PBNU tersebut saat menyampaikan taujihat pada pelaksanaan haul masyayikh sekaligus resepsi puncak milad ke-196 Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan, Kamis (09/03/2023), di halaman Ma’had Thibyan Li al-Shibyan Panyeppen.

“Mohon maaf, saya melihat karangan-karangannya seperti kurang pas menjadi Wakil Ketua Umum. Kayaknya [KH. Zulfa Mustofa] ini [lebih pas menduduki jabatan] Wakil Rais ‘Aam,” ucap Kiai Muddatstsir.

“Masyaallah, karangannya banyak [beliau] ini. Cucunya Kiai Nawawi bin Umar Banten, guru kita, gurunya Syaikhana Muhammad Cholil al-Bangkalani, di Tremas juga berguru, di Sidogiri juga berguru kepada Mbah-nya beliau.” Mustasyar PCNU Pamekasan itu melanjutkan.

KH. Muddatstsir Badruddin dan KH. Zulfa Mustofa saling cium tangan saat bersalaman pada acara milad ke-196 Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen.

Kiai alumnus Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur itu berharap, kedatangan cicit Syekh Nawawi Banten tersebut menjadi perantara datangnya keberkahan ilmu yang selalu mengaliri kehidupan para santri, alumni serta keturunannya.

Tambahan informasi, KH. Zulfa Mustofa merupakan putra pasangan KH. Muqarrabin dan Ny. Hj. Marhumah Latifah yang lahir 7 Agustus 1977 silam.

Selain Waketum PBNU, di antara jabatan yang sedang dijabat ialah: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Wakil MUI dan jabatan lainnya.

Tidak hanya tersohor sebagai aktivis, Kiai Zulfa juga dikenal melalui beberapa karyanya yang berbahasa Arab. Di antara karangan yang populer di masyarakat ialah: “al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu” dan “Diqqat al-Qonnas fi Fahmi Kalam al-Imam al-Syafi’i”. Terbaru, Kiai Zulfa menulis “Tuhfatul Qashi wa Dani”.


Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur