PAMEKASAN – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Miftahul (IAIMU) Pamekasan masa khidmat 2023-2024 berkomitmen akan memberikan gerakan-gerakan terbaik melalui pembangunan spirit baru, yaitu: kreatif, inovatif, dan kolaborasi transformatif. Hal ini disampaikan Ahmad Laili Anwari, Ketua PK PMII IAIMU Pamekasan saat sambutan Rapat Kerja Komisariat (Rakerkom), Kamis, (16/11/2023) di meeting room Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan, Desa Kacok, Palengaan, Pamekasan.
Kepada kepengurusan yang dipimpinnya, Anwari menekankan tiga hal agar selalu diingat dan ditanam dalam hati.
“Pertama, jangan mencampuradukkan masalah pribadi dan organisasi; kedua, jangan ada niatan lain kecuali mengabdi, dan ketiga, jangan menjadi bagian dari masalah, tetapi jadilah bagian penyelesaian masalah,” ucap mahasiswa program studi (Prodi) Ekonomi Syariah IAIMU Pamekasan ini.
Baca juga: Ketengahkan Tema Berbahasa Madura, PK PMII IAIMU Pamekasan Gelar Rakerkom
Selain itu, Anwari mengaku optimis visinya selama satu periode, yaitu “PMII IAIMU Bebas Aral” akan tercapai. Visi-misi ini, menurutnya, memiliki arti kuat menghadapi dinamika yang ada di organisasi, baik eksternal maupun internal.
“Dalam kehidupan pribadi, maupun organisasi, tidak pernah lepas dari rintangan dan tantangan, akan tetapi kita harus bisa menghadapi dan menyelesaikan semuanya, sebab ini merupakan proses pembentukan karakter, dan menunjukkan seperti apa kita suatu saat nanti,” ucapnya tegas.
Mantan Pimpinan Umum (PU) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pena Revolusi IAIMU itu memberi pemaparan misinya, yaitu, menguatkan ideologi PMII, meruwat dan merawat PMII pada esensi.
“PMII ini lahir dari rahim NU. Diakui atau tidak, banyak kader [PMII] yang tidak suka pada NU (Nahdlatul Ulama, Red), akan tetapi bergabung di PMII. Maka dari itu, ubah pemahaman ini, kita meruwat kembali pada esensi,” pungkasnya.
Reporter: Ilham
Editor: Ahnu

