News

Fatayat NU Proppo Bergerak Hidupkan Ranting Vakum

PAMEKASAN – Program kerja  (Proker) penting dimatangkan dan direalisasikan dalam sebuah organisasi. Melalui Proker, eksistensi organisasi bisa diwujudkan dengan baik.

Demikian penegasan Sekretaris Fatayat NU Proppo Zahratus Saadah saat memandu pematangan Proker dalam pertemuan rutin bulanan di Desa Pangurayan, Proppo, Minggu (24/12/2023).

“Minimal per bidang punya tiga program kerja,” ujarnya.

Zuhro mencontohkan Proker masing-masing bidang. Misal Bidang Keorganisasian, bisa berupa penguatan kepengurusan dan pembentukan ranting.

“Bidang dakwah, mendatangkan pendakwah atau pelatihan menjadi pendakwah. Bidang sosial, misal mengadakan pembagian takjil saat Ramadan, sunatan massal, dan bersih-bersih masjid,” urainya.

Bidang seni dan budaya, Zahro mencontohkan Proker berupa lomba Nasyid dan pelatihan Al-Banjari. Bidang ekonomi dapat berupa Bazar dan pelatihan yang menghasilkan cuan.

Bidang kesehatan dapat berbentuk koordinasi dengan bidan, pengobatan bibir sumbing, pemeriksaan ibu hamil, dan seterusnya.

“Terpenting ada program yang menitiktekankan target setahun ke depan,” tukasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Fatayat NU Proppo Uswatun Hasanah menekankan pada pentingnya menghidupkan 27 pimpinan ranting Fatayat se-Kecamatan Proppo.

Menurutnya, saat ini baru 7 pimpinan ranting yang hidup. Sisanya, mati sore.

Atas hal itu, pihaknya dalam waktu dekat akan sowan ke Ketua MWCNU Proppo serta para pembina Fatayat NU Proppo.

“Kita upayakan istri-istri pengurus GP Ansor tergabung dalam Fatayat NU,” tegas perempuan yang akrab disapa Uus tersebut.

Sebelum diskusi, pertemuan rutin bulanan diawali dengan pembacaan selawat Nabi, ayat suci Al-Qur’an, Yasinan, dan tahlil bersama. Setelah itu, musyawarah dipimpin langsung oleh Zahro.


Reporter: Anam