JOMBANG — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen, meminta seluruh personel mengutamakan pendekatan humanis dalam mengamankan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), tetapi tetap bertindak tegas terhadap pihak yang mengganggu jalannya kegiatan.
Gus Nabil menyampaikan arahan tersebut dalam apel siaga pengamanan di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Ahad (30/08/2026). Pengamanan melibatkan Banser, Pagar Nusa, keamanan pesantren, dan panitia lokal.
Ia meminta seluruh unsur keamanan bersinergi menjaga setiap pos hingga rangkaian muktamar berakhir.
“Alhamdulillah, pada sore hari ini kita dapat melaksanakan apel siaga bersama. Kita berharap bahwa sampai titik akhir muktamar yang tinggal sedikit lagi ini, kita bisa menjaga di setiap pos keamanan bersama-sama,” ujarnya.
Gus Nabil menilai dinamika dalam forum muktamar merupakan hal yang wajar. Namun, aspirasi harus disampaikan dengan adab dan akhlakulkarimah.
Ia juga memperingatkan pihak yang berupaya mengganggu atau mencederai muktamar. Menurutnya, seluruh unsur keamanan tidak akan mundur dalam menjaga marwah NU.
“Kalau ada yang ingin mencederai Muktamar Nahdlatul Ulama ini, maka siap-siap berhadapan dengan kita. Kami tidak akan mundur selangkah pun kepada siapa pun, siapa pun itu, apa pun pangkatnya, siapa pun namanya, yang ingin merusak marwah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Meski demikian, Gus Nabil meminta Banser, Pagar Nusa, dan Sihat mengutamakan pelayanan kepada para kiai dan muktamirin.
“Kehadiran kita semua di sini untuk khidmat masyayikh, untuk melayani para kiai-kiai kita, para guru-guru kita. Oleh karenanya, saya juga berharap kepada semuanya, teman-teman dari Banser, Pagar Nusa, maupun Sihat, utamakan humanis dalam melayani,” katanya.
Ia menyatakan langkah lebih tegas dapat diambil jika pendekatan humanis tidak mampu menjaga ketertiban. Pagar Nusa bersama Gerakan Pemuda Ansor dan panitia lokal berkomitmen mengawal muktamar hingga selesai.
Reporter: Asrafi
Editor: Ahnu

