HSN

Sukses Gelar Bahtsul Masa’il Antarpesantren se-Jawa-Madura, Panitia Lokal Mengaku Bangga

PAMEKASAN – Rangkaian kegiatan bahtsul masa’il antarpondok pesantren se-Jawa-Madura di Pondok Pesantren Taman Sari, Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan, usai. Sekretaris panitia lokal, Moh. Rifki Hari, menyampaikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya agenda tersebut.

“Persiapan acara ini berjalan lancar, meskipun rapat panitia dilakukan secara mendadak. Seluruh proses persiapan dioptimalkan sejak lima hari sebelum pelaksanaan,” ujar Rifki.

Persiapan tersebut meliputi penyediaan tempat, konsumsi, serta penyediaan akomodasi dan fasilitas teknis bagi seluruh undangan.

​”Acara LBM ini berlangsung selama dua hari satu malam, mulai Ahad (18/10/2026) hingga Senin (19/10/2026),” tambah Rifki, Senin (19/10/2026), di sela-sela kesibukan mempersiapkan penutupan agenda tersebut.

​

Keberhasilan gelaran ini diharapkan menjadi momentum bagi Pondok Pesantren Taman Sari untuk terus berkontribusi aktif dalam merespons dan menyelesaikan berbagai persoalan keumatan melalui tradisi bahtsul masa’il pada masa mendatang.

Rifki mengaku, penyelenggaraan kegiatan ini memberikan kesan mendalam sekaligus rasa lega bagi panitia, sebab Pondok Pesantren Taman Sari baru pertama kali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan bahtsul masa’il yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Pamekasan.

​”Alhamdulillah, kegiatan ini sangat berkesan. Ini kali pertama Pondok Pesantren Taman Sari menjadi tuan rumah bahtsul masa’il se-Jawa-Madura yang diselenggarakan PCNU [Kabupaten Pamekasan], setelah sebelumnya diselenggarakan di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC). Usainya seluruh rangkaian acara membuat kami lega karena semua berjalan lancar,”

Bagi Rifki, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dan direncanakan akan kembali diselenggarakan tahun mendatang oleh Pondok Pesantren Taman Sari.

Pihaknya mengapresiasi kinerja seluruh panitia atas kelancaran dan keberhasilan seluruh rangkaian acara tersebut.

Meski demikian, ia mengatkan sejumlah evaluasi teknis tetap dicatat sebagai bahan perbaikan agar penyelenggaraan kegiatan berikutnya berjalan lebih maksimal.


​Kontributor: Hairunnas (MNU-X.10.021)/Khoirul Anwar  (MNU-X.10.015)
Editor: Redaktur