News

Malam Anugerah, PPMU Panyeppen Berikan Apresiasi kepada Santri Berprestasi

PAMEKASAN — Moh. Jalal Sholihin Mukmin, santri aktif Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen asal Padang, Sumatera Barat, kembali meraih juara umum ujian kuartal II Madrasah Diniyah di pesantren setempat. Prestasi tersebut sekaligus mengukuhkan keberhasilannya mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih pada kuartal I.

Atas capaian tersebut, Lembaga Pembuat Naskah Soal (LPNS) PPMU Panyeppen, memberikan penghargaan kepada Sholih, sapaan akrab Moh. Jalal Sholihin Mukmin, dalam kegiatan Malam Anugerah di halaman SMK Al-Miftah, Panyeppen, Senin malam (26/10/2026).

Penghargaan berupa piala juara umum, piala juara I tingkat kelas 2 Madrasah Aliyah, dua serban, serta uang pembinaan sebesar Rp1.000.000. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademiknya dalam evaluasi pembelajaran Kuartal II.

Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum selama dua kuartal berturut-turut tidak terlepas dari kesungguhan dan kedisiplinan dalam menjalani kegiatan belajar. Di tengah padatnya aktivitas sebagai santri, Sholih berupaya mengatur waktu secara efektif agar proses belajar tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan kesehatan.

Kepada Media NU Pamekasan, Sholih mengatakan pengelolaan waktu menjadi salah satu kunci keberhasilannya dalam belajar.

“Selalu memaksimalkan waktu yang ada untuk belajar dan selebihnya saya gunakan untuk beristirahat agar kesehatan tetap terjaga,” ucapnya.

Menurut Sholih, keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan banyaknya waktu yang digunakan untuk membaca atau menghafal pelajaran, tetapi juga oleh kemampuan membagi waktu secara seimbang. Baginya, istirahat yang cukup merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap prima sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara optimal.

Selain menjaga konsistensi belajar dan kesehatan, Sholih juga menekankan pentingnya doa dalam meraih keberhasilan. Ia mengaku tidak hanya berdoa untuk kesuksesan dirinya sendiri, tetapi juga untuk keberhasilan teman-temannya.

“Saya selalu berdoa untuk kesuksesan saya dan juga kesuksesan teman-teman,” tuturnya.

Motivasi Sholih dalam mempertahankan prestasi juga berkaitan dengan keinginannya memanfaatkan masa pendidikan di pesantren sebaik mungkin. Tahun ini menjadi tahun terakhirnya menimba ilmu di pesantren sebelum melanjutkan ke tahap pengabdian sebagai Ustadz Tugas dan Dai (UTD)

“Mungkin karena tahun ini adalah tahun terakhir saya mondok. Setelah ini saya akan mengemban amanah menjadi Ustadz Tugas dan Dai, maka saya berinisiatif untuk menjalankannya semaksimal mungkin,” jelasnya.

Keinginan tersebut menunjukkan, pencapaian akademik yang diraihnya tidak semata-mata berorientasi pada penghargaan. Sholih berupaya memaksimalkan kesempatan belajar selama berada di pesantren sebagai bekal sebelum menjalankan amanah pengabdian.


Kontributor: Hakam (MNU-X.10.005)
Editor: Redaktur