Opini

Catatan dari Makkah: Wadi Muhassir, Lokasi Hancurnya Pasukan Gajah Abraham

Oleh: Taufik Hasyim*


Lembah Muhassir atau yang akrab disebut Wadi Muhassir merupakan salah satu lembah yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah. Wadi (jurang) Muhassir bagian dari tanah suci dan terletak di antara Muzdalifah dan Mina. Secara bahasa muhassir artinya menahan atau melemahkan, karena di sinilah tentara Abraham/Abrahah dari Yaman tertahan pada saat akan mengancurkan Ka’bah. Selain itu, Wadi Muhassir juga di sebut “Wadi Nar” atau “Jurang Api”

Seperti telah diketahui, bahwa lahirnya Nabi Muhammad  disebut tahun gajah, karena saat itu raja Abrahah al-Habsyi dari Yaman datang ke Mekkah bersama pasukan gajahnya untuk menghancurkan Ka’bah.

Pada awalnya, raja Abrahah menyaksikan setiap tahun para jemaah berbondong-bondong datang ke Mekkah untuk berhaji dan bertawaf, hal itu membuat raja Abrahah iri dan ingin membuat tempat bertawaf yang bisa diziarahi oleh berbagai jemaah dari berbagai tempat seperti halnya Ka’bah, maka Abrahah membangun sebuah gereja yang sangat besar dengan maksud tersebut, namun setelah pembangunan gereja itu selesai, tak satupun orang yang mau menziarahi tempat itu.

Wadi Muhassir: saksi bisu kehancuran pasukan gajah raja Abrahah al-Hansyi.

Kemudian Abrahah marah dan ia mulai berpikir bahwa jika masih ada Ka’bah, gerejanya tidak akan ada seorangpun yang mau ziarah. Lalu ia bermaksud untuk menghancurkan Ka’bah dengan menyiapkan ribuan tentara dan ribuan pasukan gajah.

Setelah melakukan persiapan yang mantap dengan segala keperluan yang dibutuhkan, mereka berangkat menuju Mekkah. Ketika itu juga berita mulai menyebar hingga sampai pada penduduk Mekkah. Pada saat pasukan gajah ini mendekati Mekkah, penduduk Mekkah mulai ketakutan hingga mengungsi ke pelosok dan pegunungan, demikian juga para keluarga nabi termasuk Abdul Muthalib, kakek nabi juga ikut mengungsi.

Ketika pasukan Abrahah mendekati Mekkah, tepatnya ketika sampai di Wadi Muhassir, Allah mengutus burung ababil dengan membawa batu-batu kerikil dari neraka untuk menghancurkan pasuka gajah raja Abrahah.

Lalu datanglah burung-burung itu dengan jumlah sesuai dengan jumlah pasukan yang ada, sehingga satu burung sudah mempunyai target sendiri dan tak seorangpun bisa lari dari kejaran burung ababil tersebut.

Kejadian hancurnya pasukan gajah ini, tertulis dalam al-Qur’an surat al-Fil, yang artinya sebagai berikut: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirim kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”.  (Surat al-Fil: 01-05)

Karena pesatnya pembangunan secara besar-anan di Arab Saudi, maka saat ini sulit menemukan di mana letak Wadi Muhassir yang sebenarnya, tapi yang jelas lembah ini ada di antara Muzdalifah dan Mina.

Wallahu a’lam bi al-shawab.

Salam rindu dari makkah.


*Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan