Opini

Nyai, Jangan Menyerah

Oleh: Mashuri TohaWakil Sekretaris PCNU Pamekasan Saya ingin menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali kepada Nyai Hj. Mafrudah, di periode khidmah yang kedua, setelah dihelat melalui Konferensi Muslimat NU Pamekasan beberapa hari yang lalu. Selamat memimpin organisasi besar, dengan cita-cita yang tentu juga besar. Dari organisasi ini dilahirkan banyak pemimpin, manajer dan da’i-da’i perempuan yang akan […]

Opini

“Panca Harakah” NU

(In Memoriam KH. Syafruddin Syarif) Dalam sebuah kegiatan Turba PWNU Jatim ke PCNU se-Madura yang dipusatkan di MWCNU Gapura 30 Mei 2021 lalu, Almarhum KH. Syafruddin Syarif yang merupakan Katib Syuriah PWNU Jatim hadir dan memberikan taujihat terkait “Panca Harakah” NU, yang isinya membuat saya –mungkin juga semua hadirin- semakin yakin akan kehebatan NU. “Panca […]

Opini

Drama-Drama Di Madura

Oleh: Taufik Hasyim* Sang Sutradara serial “Layangan Putus” rupanya sungguh hebat dan mumpuni dalam dunia perfilman. Bagaimana tidak, hampir semua penonton dibuat larut dalam alur cerita film itu dan ikut merasakan apa yang dirasakan “Kinan” dalam kisah itu. Bgitulah Drama. Di manapun drama memang harus menarik, unik dan layak jual. Beberapa kejadian yang dalam tulisan […]

Opini

Sisi Lain Muktamar ke-34 NU yang Tak Tersampaikan

Oleh: Taufik Hasyim(Ketua PCNU Pamekasan) Sidang pleno pertama memang diwarnai perbedaan pendapat yang tajam, namun sebegitu hangatnya perbedaan itu masih bisa diselesaikan dengan baik. Ciri khas NU adalah ketika perbedaan pendapat sudah sangat tajam, maka dibacalah “Shalawat Badar” lalu suana kembali mencair seperti semula, bahkan sidang yang dipimpin Prof. Dr. Moh. Nuh itu penuh dengan […]

Opini

Khidmat NU Untuk Bangsa

Muktamar ke-33 tahun 2015 di Jombang. Saya hadir bukan sebagai “muktamirin” tapi kader NU biasa yang ingin merasakan lebih dekat atmosfer penyelenggaraan musyawarah level tertinggi. Ulama dari semua daerah bahkan dari mancanegara hadir memadati alun-alun Jombang, Jawa Timur. Jombang benar-benar ramai. Sebagai kader biasa yang tidak bersangkutpaut dengan pelaksanaan Muktamar, status saya —sebagaimana guyonan Gus […]

Opini

Madura Darurat Radikalisme dan ‘Tak Ramah Lagi

Oleh: KH. Taufik Hasyim, M.Pd.I* Pasca ditangkapnya terduga teroris di Sumenep dengan barang bukti, bikin tenda tanya besar di hati masyarakat madura (sebab tidak mugkin aparat menangkap terduga teroris tanpa bukti, bahkan penulis yakin sang terduga sudah dipantau, disadap dan di awasi bebrapa bulan sebelumnya). Benar kata seorang tokoh nasional beberapa tahun silam, bahwa “sudah […]

Opini

Ghiroh Kaderisasi Itu Lahirkan 1.000 Kader Penggerak NU

Catatan Lima Tahun Kepemimpinan PCNU Pamekasan (Bagian 1)Oleh: Ahmad Wiyono* Organisasi apa pun tidak bisa lepas dari kegiatan kaderisasi, karena kaderisasi menjadi ujung tombak eksistensi sebuah organisasi, sekecil apa pun. Apalagi organisasi sebesar Nahdlatul Ulama (NU), butuh dukungan banyak kader untuk menggerakkan Jam’iyah agar organisasi ini  berjalan efektif hingga ke level akar rumput. KH. Mun’im […]

Opini

Lima Makna Filosofis Santri

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring Kemendikbud, ada dua makna santri. Pertama, orang yang mendalami agama Islam. Kedua, orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh. Di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU), istilah santri biasanya dinisbatkan kepada mereka yang sedang atau pernah menimba ilmu agama Islam di pondok pesantren. Drs. KH Zainul Hasan, M.Ag., […]

Artikel Opini

Menghina Kiai Muddatstsir Berarti Menghina Pesantren NU se-Jawa Timur

Dalam tradisi masyarakat madura, ada tiga orang yang harus dihormati, yakni: bhuppa’ (ayah), bhabbhu’ (ibu), guru (guru, kiai, ustaz), rato (pemimpin). Sedangkan dalam dunia pesantren, ada tiga orang tua yang harus dihormati: orang tua yang melahirkan, orang tua yang mengajarkan ilmu (guru), orang tua yang menikahkan (mertua). Saat ini, masyarakat Madura, khususnya Pamekasan tengah ramai […]

Artikel Opini

Paradoksikal Social Distancing

Menghadapi wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus corona yang penyebarannya sangat cepat dan memakan banyak korban, pemerintah mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesadaran diri dan kewaspadaan dengan cara menjaga jarak sosial (social distancing) dalam kehidupan sehari-sehari. Dalam imbauan social distancing ini, pemerintah meminta kepada masyarakat agar menghindari kerumunan dan menunda sementara kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa. […]