News

Pengasuh PP Bustanul Ulum Sumber Anom, Media Sosial adalah Jembatan Antara Pesantren dengan Masyarakat

PAMEKASAN – Jika diibaratkan seperti manusia, maka media sosial laksana ruh bagi eksistensi pesantren. Melalui media sosial bisa menyebarkan dakwah ke seantero Nusantara bahkan pelosok dunia. Hal ini disampaikan oleh KH Khotibul Umam, pengasuh Pondok Pesantren (PP) Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, pada pelaksanaan Madrasah Media yang digelar oleh PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pamekasan bersama Media Pesantren Jawa Timur (MPJ) Regional Madura Raya.

“Media bagi pesantren adalah ruh, karena dari sinilah dakwah dan informasi pesantren bisa tersebar luas ke masyarakat. Kalau dulu harus keluar berdakwah langsung, sekarang cukup dari dalam pondok, melalui media,” ujar Kiai Umam di hadapan para peserta.

Menurut Kiai Umam, media merupakan wasilah atau jembatan penghubung antara pesantren dengan masyarakat. Ia mengibaratkan media seperti penghubung antara makmum di luar masjid dengan imam di dalam masjid. Tanpa penghubung, hubungan itu tidak sah. Begitu pula media, dibutuhkan untuk menyampaikan ilmu dan dakwah dari dalam pesantren kepada masyarakat luar.


Baca juga:

Ratusan Santri dan Pelajar NU Ikuti Madrasah Media Kolaborasi IPNU-IPPNU Pamekasan Bersama MPJ Madura

Ketua Umum MPJ Imbau Santri Lebih Bijak Bermedia Sosial: Jangan Sampai Jadi Senjata Makan Tuan


Lebih lanjut, Kiai Umam juga menyampaikan urgensi media sosial dalam menghadapi tantangan dari kelompok-kelompok luar yang mencoba meniru metode pesantren dalam menyebarkan paham mereka.

 “Ketika kelompok lain tidak bisa diterima dengan cara lama, mereka meniru gaya pesantren, bahkan mendirikan lembaga sendiri. Maka pesantren harus punya media yang kuat dan khas, sesuai dengan nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah, Red) dan warisan para ulama salaf,” jelasnya.

Kiai Umam juga menyoroti peran penting para fotografer dan desainer grafis dalam dunia media pesantren.

 “Jika media adalah ruh pesantren, maka fotografer dan desainer adalah ruhnya media. Foto yang buruk bisa menjadi konsumsi negatif, dan desain yang kurang menarik tidak akan dilirik,” tegasnya.


Reporter: Asrafi

Editor: Redaktur