NEWS

DJS IX Media NU Pamekasan: Santri Harus Kuasai Media, Bukan Dikuasai Media

PAMEKASAN — Penjabat (Pj.) Ketua PCNU Pamekasan, KH. Muchlis Natsir, menegaskan pentingnya penguasaan media sosial bagi kalangan santri di tengah derasnya arus informasi digital.

Pesan itu disampaikan saat membuka kegiatan Diklat Jurnalistik Santri (DJS) IX Media NU Pamekasan, yang digelar di Aula Microteaching Kantor PCNU Pamekasan, Kamis (24/10/2025).

Dalam arahannya, KH. Muchlis menekankan bahwa media sosial harus dijadikan sebagai sarana dakwah dan perjuangan warga Nahdliyin, bukan sekadar ruang konsumsi informasi.

“Salah satu keinginan para kiai adalah agar media sosial dimanfaatkan sebagai corong perjuangan PCNU. Jangan biarkan ruang digital kosong dari narasi Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan DJS IX yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi media dan kemampuan menulis di kalangan santri.

“Kegiatan ini sangat penting dan perlu terus dikembangkan. Santri harus cakap menulis, cerdas membaca situasi, dan mampu menebar pesan kebaikan di media,” tuturnya.

KH. Muchlis juga menyoroti maraknya serangan digital terhadap NU dan pesantren yang kerap dilancarkan oleh kelompok tertentu di media sosial.

“Hari ini kita diserang dengan narasi-narasi menyesatkan. Karena itu, santri tidak boleh diam. Kita harus melawan dengan karya dan informasi yang benar,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan jurnalistik seperti ini merupakan langkah nyata bagi generasi muda NU untuk mengasah keterampilan komunikasi, memperkuat daya kritis, sekaligus memperluas peran santri di ruang digital.

“Langkah ini sangat sesuai dengan semangat zaman. Dunia jurnalistik tidak hanya milik wartawan, tapi juga milik santri yang ingin berdakwah lewat tulisan dan media,” jelasnya.

Menutup sambutannya, KH. Muchlis berpesan agar peserta DJS mampu membangun jejaring komunikasi antar-media santri di berbagai daerah.

“Kita harus memiliki jaringan yang kuat. Dengan jejaring itu, suara santri akan lebih bergema dan pesan kebaikan bisa tersebar luas,” pungkasnya.

Pewarta: Asrofi
Editor: Redaktur