NEWS

KH. Ghozi Mujtaba Tegaskan Pentingnya Jejaring Media Santri untuk Jaga Marwah Pesantren

PAMEKASAN — Direktur Media NU Pamekasan, KH. Ghozi Mujtaba, menegaskan pentingnya penguatan literasi dan jejaring media di kalangan santri sebagai benteng peradaban digital.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Diklat Jurnalistik Santri (DJS) XI 2025, yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) PCNU Pamekasan, Jumat (24/10/2025), di Aula Microteaching Kantor PCNU Pamekasan.

Dalam sambutannya, KH. Ghozi menjelaskan bahwa pelaksanaan DJS tahun ini memiliki format berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain diikuti peserta dari Kabupaten Pamekasan, kegiatan ini juga melibatkan partisipan dari berbagai daerah di Madura.

“DJS 2025 kami rancang agar lahir jejaring komunikasi antar-media santri di Madura. Santri harus saling terhubung dan saling belajar dalam membangun kekuatan informasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi media sosial yang belakangan kerap digunakan untuk menyerang pesantren dan Nahdlatul Ulama.

“NU dan pesantren sedang dihantam berbagai isu yang menyakitkan. Ada pihak-pihak yang ingin melemahkan pilar kebangsaan kita. Haram bagi kita diam. Santri harus menjawabnya dengan karya dan narasi yang mencerahkan,” tegasnya.

KH. Ghozi menambahkan bahwa fokus utama DJS XI adalah penguatan keterampilan dalam pengelolaan media sosial di lingkungan pesantren. Ia menilai, kemampuan mengelola narasi dan informasi di ruang digital merupakan keharusan bagi santri masa kini.

“Santri tidak boleh gagap teknologi. Media sosial harus menjadi alat dakwah, bukan sekadar ruang konsumsi informasi,” pungkasnya.

Pewarta: Intan
Editor: Redaktur