PAMEKASAN —Media Nahdlatul Ulama (NU) Palengaan kembali menggelar Diklat Jurnalistik, Jumat-Ahad (21–23/11/2025), di Aula Kantor Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Larangan Badung.
Abd. Latif, salah satu panitia, mengatakan diklat ini bertujuan memperkuat kemampuan menulis dan peliputan peserta agar dapat menjadi jurnalis handal. Selain itu, menurut Latif, agenda tersebut juga bertujuan mencetak generasi muda yang mampu berkontribusi kepada NU melalui bidang jurnalistik, khususnya melalui Media NU Palengaan.
“Tujuan utama diadakannya diklat ini adalah agar para peserta bisa menjadi jurnalis seperti yang lain, seperti jurnalis di luar sana. Harapannya, setelah selesai mengikuti diklat, mereka bisa berkontribusi di Media NU [Palengaan],” ujar Latif, Sabtu (22/11/2025).
Tidak muluk-muluk, Latif berharap, para peserta setidaknya menguasai dasar-dasar jurnalistik melalui materi yang diterimanya. Karena, menurutnya, kemampuan dasar tersebut merupakan fondasi utama bagi calon jurnalis. “Seperti yang saya bilang tadi, supaya mereka bisa menjadi jurnalis handal. Yang pertama itu, memahami bagaimana menulis berita dengan benar,” imbuhnya.
Mengangkat tema “Santri Jurnalis untuk Indonesia”, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu dirasa cukup, karena materi yang diterima peserta mencakup kebutuhan dasar jurnalistik. “Materinya ada lima, dan itu sudah lengkap mulai dari yang pertama hingga yang terakhir semua mencakup kebutuhan dasar jurnalistik,” tambahnya.
Santri Pondok Pesantren Sirojut Tholibin Taman Sari, Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan itu berharap, melalui ilmu yang didapatkan selama pelatihan, para peserta dapat berkontribusi kepada NU melalui Media NU Palengaan.
“Harapannya, ilmu yang mereka dapatkan hari ini — dari awal sampai akhir — bisa bermanfaat dan nanti bisa berkontribusi di Media NU [Palengaan],” pungkasnya.
Kontributor A. Zahrul Gunawan (MNU-IX.10.026)
Editor: Redaktur

