PAMEKASAN — Al-Maghfurlah RKH. Badruddin bin Nashruddin, pengasuh ketiga Pon. Pes. Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, berdoa supaya dirinya dipanggil oleh Allah dalam keadaan NU.
Kisah ini diceritakan oleh putra almarhum sendiri, RKH. Muddatstsir Badruddin, di hadapan calon kader NU PCNU Pamekasan, Jumat (11/05/2018) sore di Aula SMK Al-Miftah kompleks pesantren yang ada di Desa Potoan Laok Itu.
“Beliau tidak berdoa supaya meninggal dalam keadaan Islam, tapi berdoa supaya meninggal dalam keadaan NU,” tutur Wakil Rais PWNU Jawa Timur itu.
Doa tersebut, lanjut kiai alumni Pon. Pes. Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur itu, dipanjatkan oleh almarhum dengan alasan penganut agama Islam belum tentu warga NU, sedangkan warga NU sudah pasti Islam.
Kiai yang pernah menuntut ilmu kepada Syaikh Ismail Zain Al-Makky, Mekah, Arab Saudi itu melanjutkan bahwa doa tersebut sebagai bentuk kebanggaan almarhum terhadap jam’iyah NU.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

