PAMEKASAN — KH. Muchlis Nasir, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menyampaikan, Pondok Pesantren (PP) Matsaratul Huda menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pamekasan. Keberadaan pesantren, menurut Kiai Muchlis, memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di tengah Masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Kiai Muchlis saat menyampaikan sambutan pada acara pelantikan PCNU Kabupaten Pamekasan, Lembaga dan badan khusus di PP Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan, Sabtu malam (16/05/2026).
Pengasuh PP Sirojul Ulum Kampung Aswaja, Kembang I, Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan itu menegaskan, kepengurusan PCNU Kabupaten Pamekasan periode kepemimpinannya diharapkan tetap melaksanakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di pesantren-pesantren NU. Hal tersebut, lanjut Kiai Muchlis, salah satu bentuk nyata sinergi antara badan otonom Nahdlatul Ulama dengan pesantren yang selama ini tidak dapat dipisahkan.
“Pesantren dan Nahdlatul Ulama merupakan dua hal yang saling menguatkan dan harus terus berjalan beriringan,” ujar mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya itu.
Dalam kesempatan itu, Kiai Muchlis juga menyampaikan, amanah kepengurusan yang diberikan merupakan tanggung jawab khidmah untuk menjaga, merawat, serta membesarkan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pamekasan. Karena itu, menurut ayah tiga orang anak ini, seluruh pengurus diharapkan memiliki komitmen dan kesungguhan dalam menjalankan roda organisasi.
Selain itu, rancangan seluruh program kerja dan gerak organisasi ke depan disebut akan menjadi perhatian bersama, khususnya menjelang pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 1 yang dijadwalkan berlangsung 31 Mei mendatang di PP. Nurul Hidayah.
PCNU Kabupaten Pamekasan, kata alumnus PP Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur itu akan terus mendorong penguatan digitalisasi organisasi melalui pengembangan “NU Center” sebagai bagian upaya adaptasi terhadap perkembangan zaman.
“Tantangan organisasi semakin kompleks dan beragam. Karena itu, PCNU [Kabupaten] Pamekasan akan terus mendorong penguatan digitalisasi, yang sudah di-launching yakni di antaranya ada NU Center,” ungkapnya.
Tak hanya itu, tantangan ekonomi turut menjadi perhatian serius. Kiai Muchlis menilai, kemandirian ekonomi harus terus diperkuat agar jam’iyah semakin berdaya serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di bidang pendidikan, PCNU [Kabupaten] Pamekasan disebut turut memberikan perhatian besar melalui pengembangan jurnal bertaraf internasional yang melibatkan kerja sama dengan tiga negara. Langkah tersebut menjadi bagian upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan tradisi akademik di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Selain itu, kondisi ideologi masyarakat Pamekasan juga menjadi perhatian penting.
“PCNU Pamekasan berkomitmen melakukan revitalisasi organisasi-organisasi di bawah naungan NU, termasuk mengaktifkan kembali struktur organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting sebagai bentuk penguatan kaderisasi dan konsolidasi jam’iyah di akar rumput,” papar Kiai Muchlis.
Dengan demikian, lanjut Kiai Muchlis, sinergi pesantren, penguatan organisasi, transformasi digital, pengembangan pendidikan, serta kemandirian ekonomi diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkokoh peran Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pamekasan.
Reporter: Risma
Editor: Ahnu

