PAMEKASAN – Pelantikan pengurus Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Larangan Badung berlangsung khidmat dan penuh semangat, Ahad (24/05/2026), di GOR Galaxy Futsal Beltok, Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para pelajar Nahdliyin untuk memperkuat komitmen organisasi sekaligus meningkatkan kesadaran literasi digital di kalangan generasi muda.
Mengusung tema “Think Smart Before You Share: Berpikir Cerdas Sebelum Menyebarkan Informasi”, kegiatan ini menyoroti pentingnya sikap bijak dalam menggunakan media sosial di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar di kalangan pelajar.
Ketua PR IPNU Desa Larangan Badung, M. Royyan Syahid, dalam sambutannya menyampaikan, saat ini banyak pelajar yang mulai “dikendalikan” oleh teknologi dan media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi generasi muda dalam menjaga etika dan kehati-hatian dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
“Kenapa tema ini kita pilih? Karena banyak pelajar saat ini mulai ‘dikendalikan’ oleh teknologi. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana belajar justru sering digunakan tanpa adanya kontrol dan kehati-hatian,” ujar Royyan di hadapan hadirin.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan, IPNU dan IPPNU hadir bukan hanya sebagai organisasi pelajar, tetapi juga sebagai ruang belajar dan ruang tumbuh bagi generasi muda. Melalui organisasi tersebut, para pelajar diajak untuk memahami cara menggunakan media sosial secara bijak serta mampu memilah informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
“IPNU-IPPNU hadir sebagai ruang belajar dan ruang tumbuh para pelajar saat ini. Kita harus tahu bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan memahami cara mengendalikan informasi, sehingga pelajar yang menggunakan media sosial bisa hati-hati, yang hati-hati bisa waspada, dan yang waspada mampu menjaga diri dari informasi yang salah,” lanjutnya.
Royyan berharap, melalui tema yang diangkat, para pelajar mampu meningkatkan literasi digital serta menjadi generasi yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi dan media sosial di kehidupan sehari-hari.
Reporter: Dina
Editor: Ahnu

