PAMEKASAN – Pelantikan pengurus Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Larangan Badung yang digelar di GOR Galaxy Futsal Beltok, Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, Ahad (24/05/2026), menjadi momentum penting bagi para pelajar untuk meningkatkan kesadaran literasi digital. Kegiatan yang mengusung tema “Think Smart Before You Share: Berpikir Cerdas Sebelum Menyebarkan Informasi” tersebut menghadirkan Ongky Arista U. Arisandi, Pemimpin Redaksi (Pimred) Media Jatim, sebagai pemateri.
Dalam penyampaiannya, Ongky mengatakan, generasi muda saat ini harus mampu menghadapi derasnya arus informasi digital dengan sikap kritis dan penuh kehati-hatian. Menurutnya, pelajar tidak boleh mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
“Dalam urusan NU saya tidak pernah gengsi. Karena berkhidmah di NU adalah bentuk pengabdian dan perjuangan. Begitu juga dalam menghadapi perkembangan media sosial saat ini, pelajar harus mau belajar dan tidak boleh asal menerima informasi,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia menilai, maraknya berita bohong dan informasi yang menyesatkan menjadi tantangan serius bagi generasi muda. Karena itu, menurut Ongky, kemampuan melakukan cek fakta harus dimiliki oleh setiap pelajar NU agar tidak mudah tertipu maupun ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Bagaimana cara kita agar tidak dibohongi oleh berita? Bagaimana cara kita agar tidak tertipu informasi? Kuncinya adalah membiasakan diri untuk berpikir kritis sebelum percaya dan sebelum membagikan informasi kepada orang lain,” katanya.
Kata Ongky, cara sederhana untuk melakukan pengecekan informasi dapat dilakukan menggunakan konsep dasar 5W 1H yang selama ini dikenal dalam dunia pendidikan dan jurnalistik. Konsep tersebut dinilai efektif untuk membantu pelajar memahami suatu informasi secara lebih lengkap dan objektif.
“Gunakan konsep sederhana seperti pelajaran anak SD, yaitu 5W 1H: What, Who, When, Where, Why, dan How. Dengan itu kita bisa mengetahui apa informasinya, siapa sumbernya, kapan terjadi, di mana tempatnya, kenapa bisa terjadi, dan bagaimana faktanya. Kalau ini dibiasakan, maka kita tidak akan mudah dibohongi oleh berita,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap kader IPNU-IPPNU mampu menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial serta mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan masyarakat. Selain aktif di organisasi, para pelajar juga diharapkan dapat menjadi contoh dalam menyebarkan informasi yang benar, bijak, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan era digital saat ini.
Reporter: Risma
Editor: Ahnu

