PAMEKASAN — KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan menyebutkan, ditetapkannya Hari Santri Nasional (HSN) berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No. 22 tahun 2015 merupakan kado indah untuk perjuangan santri dan Nahdlatul Ulama (NU).
Hal tersebut diungkapkan saat memberikan sambutan pada malam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Sabtu malam (27/10/2018) di Lapangan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.
Mantan aktivis PMII Kediri tersebut mengungkapkan, penetapan HSN sebagai bentuk mengingat fatwa Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari tentang wajibnya membela negara dari penjajah.
“Peringatan hari santri ini merupakan kado terindah bagi ulama, karena tanggal 22 oktober 1945, KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwah jihad yang berupa fardlu ‘ain hukumnya berjuang mengusir penjajah dari bumi Indonesia ini,” ungkapnya.
Ra Taufik, sapaan akrabnya, mengakhiri sambutan itu dengan pantun:
Mengkudu ada didalam laci
Masak rasanya luar biasa
NU tidak takut dicaci
Sejak dulu sudah biasaBeli tomat kepasar turi
Mangga dan tomat harganya sama
Kami ucapkan selamat hari santri
Semoga bermanfaan bagi agama dan bangsa.
Reporter: N.O.18.01 (Riski)
Editor: Ahnu

