PAMEKASAN – Mantan Presiden Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, meskipun sudah wafat masih bisa memberikan banyak manfaat kepada masyarakat. Salah satunya, berupa pemberian santunan kepada fakir miskin dan anak yatim.
Santunan itu diambilkan dari perolehan kotak amal yang dipasang oleh Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) di tiga tempat berbeda, di komplek pemakaman keluarga besar pondok pesantren Tebuireng, Jombang.
Afif Abdul Rokhim, Ketua LSPT mengatakan, jumlah uang yang terkumpul dari kotak amal Gus Dur, jumlahnya bervariasi. Semakin banyak orang berziarah, makan perolehannya juga semakin banyak.
“Rata-rata infaq setiap bulan dari kotak amal mencapai Rp 150 juta,” kata Afif, dikutip dari situs muslim moderat.
Pengasuh pesantren Tebuireng, KH. Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) melarang uang tersebut digunakan untuk pembangunan pondok pesantren. Namun dikhusukan untuk kegiatan sosial. Semisal membantu fakir miskin dan anak yatim.
Setiap bulan, ada 270 Lansia yang menerima santunan. Pemberian santunan dilakukan dengan rangakain kegiatan, mulai dari salat duha berjamaah, istighatsah, serta pengajian. Bagi lansia yang tidak bisa hadir, maka santunan berupa uang itu dikirim ke rumah.
“Ada juga dan infaq mengalir ke sejumlah panti asuhan untuk digunakan sebagai dana pembangunan,” ungkapnya.
Penulis: Andini
Esitor : Taufiqurrahman

