PAMEKASAN — Selain mengundang Sujiwo Tejo, Teater Fataria IAIN Madura juga mengundang D. Zawawi Imron guna memberikan orasi kebudayaan kepada para mahasiswa yang memadati Halaman Gedung Pascasarjana. Meski demikian, dalam orasinya, panitia meminta kepada Zawawi menfokuskan pada pembahasan kebangsaan.
Baca juga: Ngaji Budaya, Teater Fataria IAIN Madura Datangkan D. Zawawi Imron dan Sujiwo Tejoh
Dalam prolognya, penyair Celurit Emas ini membacakan sajaknya kepada peserta sebagai penyemangat.
“Adik-adik mahasiswa, kamu tahu bedanya kamu dengan peci hitam? Peci tengger di kepalaku, kalau kamu melekat dalam dadaku,” ujarnya, Ahad (24/02/2019).
Lebih lanjut, guna menanamkan semangat cinta tanah air, Pak De, sapaan akrabnya, mengutip pernyataan Bung Karno dalam sebuah pidatonya yang tahun 1964.
“Bung karno mengatakan, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, salah seorang penyair kita, Khairil Anwar namanya, mengatakan: ‘Aku mau hidup seribu tahun lamanya.’ aku kagum, saudara-saudara. Tapi, apalah daya seratus tahun saja saya tidak bisa, tapi cita-cita bangsa kemerdekaan yang kutanamkan di hati rakyat haqqul yaqin akan hidup seribu tahun,” katanya lantang.
Dalam acara tersebut, Pak De juga menyampaikan kekayaan budaya.
“Tahun 1960, Indonesia kedatangan salah satu Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mahmud Syaltut. Ia takjub kepada indonesia. Ia berucap kepada Soekarno: ‘Indonesia id’atun minal jannah nuqilat ilal ardh’ (Indonesia potongan surga yang diturunkan oleh Allah ke bumi),”tutur penyair asal Batang-Batang Sumenep tersebut.
Ketakjuban Pak De terhadap Indonesia ia tampakkan kepada peserta ketika menjelaskan betapa suburnya tanah Indonesia.
“Kita lihat di daerah Pakong, Poncuk, Kadur, ketika tongkat ditancapkan akan menjadi tanaman. Subhanallah. Betapa suburnya tanah Indonesia,” ucapnya.
Di akhir orasinya, ia menitipkan agar generasi selanjutnya menjaga kekayaan dan semakin cinta terhadap Indonesia.
“Kalian akan menjadi pemimpin masa depan. Saya titip Indonesia, karena Indonesia hanya pantas dipegang mereka yang berhati bersih dan akhlak mulia,” pungkasnya.
Reporter: Syarofi
Editor: Ahnu

