SAMPANG — Memperingati hari lahir (Harlah) ke-65 segakigus pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Karangpenag menggelar Talk Show di Aula lantai 2Yayasan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Wali Songo (STEIW) Karangpenang, Sampang, Ahad pagi (03/03/2019).
Acara refleksi tersebut juga dirangkai dengan pelantikan pengurus PAC IPNU dan IPPNU, pemotongan kue, serta talk show. Dihadiri oleh Lemabaga dan Badan Otom (Banom) di lingkungan MWCNU Karangpenang, pengurus PAC IPNU dan IPPNU se-Kabupaten Sampang, serta delegasi organisasi pemuda dan organisasi kemahasiswaan lainnya.
Rois selaku Ketua Panitia menuturkan, acara yang digelarnya selain pelantikan pengurus baru juga memperingati harlah IPNU ke-56.
“Dengan harapan para kader baru IPNU dan IPPNU ini bisa merefleksi kembali, ‘menghijaukan’ kembali Bumi Nusantara dan menyebarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan pelajar di Kecamatan Karangpenang khususnya dan Indonesia umumnya,” tuturnya.
Jakfar Amin, pengurus PC IPNU Sampang, sangat mengapresiasi agenda tersebut. Ia menghimbau para pengurus PAC IPNU karangpenang semakin memperluas pengaderan. “Karena jika pengaderan di tingkat ranting, tingkat komisariat, dan PAC kuat, maka tingkat PW dan Pusat juka akan semakin kuat,” papar Sekretaris PC IPNU Sampang tersebut.
Dalam acara tersebut hadir Muzayana bertindak sebagai pemateri Talk Show. Muza menyampaikan, sebagai putra putri calon penerus bangsa seyogianya menjadi ‘pemuda yan tidak biasa’. Sebagai pemuda penentu masa depan bangsa harus bisa menjadi aktor di jaman milenial ini, dan wajib menjadi pemuda yang bergerak. Di jaman globalisasi yang sangat pesat ini, jika tidak mau ketinggalan, semua pemuda harus ambil peran dan menjadi pemuda multitalenta.
“Untuk menjadi apa kita ini? Apa yang harus kita berikan kepada negeri? Asahlah kemampuan yang kita miliki. Memberikan kontribusi yang baik, reward yang baik kepada kita sendiri dan orang lain. Buanglah kelemahan kita, tapi kumpulkan kelebihan,” pungkas mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya itu.
Reporter: Mamluatul I.
Editor: Ahnu

