
Pamekasan – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pakong resmi melaunching Swalayan NU, Kamis (21/11/2019) di Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Jawa Timur.
Peresmian swalayan yang bekerjasama dengan Baitul Mal wa al-Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Jawa Timur tersebut sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 1441 H menghadirkan Dr. KH. Kholilurrahman, Mustasyar PCNU Pamekasan dan santunan anak yatim.
KH. Ahmad Muzammil, Rais Syuriah MWCNU Pakong mengawali sambutannya dengan ajakan berbahagia menyambut kelahiran Nabi Muhammad yang diutus sebagai Rahmatan Lil Alamin.
“Kita bisa meneladani Nabi Muhammad untuk bisa memberi Rahmat bagi seluruh makhluk Allah. Begitu juga, niatan MWCNU Pakong mendirikan swalayan NU ini bagaimana bisa memberikan Rahmatan Lil Alamin kepada masyarakat sekitar,” jelas Wakil Rais Syuriah PCNU Pamekasan itu.
pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bicorong itu menambahkan, adanya Swalayan NU bukan kepentingan bisnis pribadi, tapi secara umum kepentingan NU dalam melestarikan Islam Ahlussunnah wal jamaah.
“Mari, jamah Swalayan NU Pakong ini, jangan belanja ke tempat lain. Wajib bagi warga NU mendukung perjuangan pengurus NU, karena yang diperjuangkan adalah warisan KH. Hasyim Asy’ari,” ajaknya.
“swalayan NU ini sanadnya nyambung dengan sejarah perkembangan Islam, bahkan Ketua PBNU pertama, KH. Hasan Gipo latar belakangnya seorang saudagar. Ini sesuai dengan semangat Nahdlatut Tujjar,” jelasnya.
Sementara itu, KH. Masyhudi, Direktur BMT NU Jawa Timur menjelaskan cita-cita PBNU, bahwa NU betul-betul mandiri, tidak lagi meminta-minta, tapi bisa memberi.
Launching Swalayan NU tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh KH. Kholilurrahman, usai menyampaikan ceramah Maulid Nabi Muhammad.
Reporter: Lukman
Editor: Abror
