PAMEKASAN, pcnu-pamekasan.or.id – Melaksanakan peringatan Maulid Nabi di masjid lebih baik dari tempat yang lain. Demikian ceramah pembuka dari Kiai Saifuddin Syamsuri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Sumber Nangka, Duko Timur, Larangan Pamekasan.
Acara peringatan maulid nabi oleh Perusahaan Rokok 1001 Alami bersama Pengurus Masjid Baitur Rahman, Rabu malam (20/11/2019) itu berlangsung di halaman masjid Baitur Rahman, Ba’batoh Barat, Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan.
“Keutamaan tersebut karena masjid adalah tempat paling baik dan dicintai Allah,” terang kiai Syai, panggilan akrabnya.
Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan tersebut memaparkan, ada dua tempat yang saling berseberangan menurut Nabi Muhammad, yakni tempat yang paling dicintai Allah yaitu masjid dan paling dibenci Allah berupa pasar.
Lantas kiai Syai membacakan salah satu hadis Nabi Muhammad yang menerangkan tentang kumuliaan masjid dan keburukan pasar, yaitu:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا»
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda, ‘Negeri (tempat) yang paling dicintai Allah adalah pada masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dimurkai Allah adalah pasar-pasarnya,’” (HR Muslim).
Beliau menjelaskan, bermaulid masjid jelas membawa berkah dan mempunyai dua tujuan: Imaratul Masajid (meramaikan masjid) dan Hikmatul Maulid (mengambil hikmah maulid).
“Orang yang selalu meramaikan masjid dengan beribadah di dalamnya, termasuk bermaulid, istikamah sholat berjamaah dapat mendatangkan cintanya Allah kepada orang tersebut, maka kita dianjur berlama-lama di masjid,”terang kiai Syai.
“Sebaliknya, kita dianjurkan tidak berlama-lama di pasar, karena di pasar banyak kesempatan untuk berbuat dosa,” tambahnya.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Larangan tersebut menjelaskan, agar para undangan tidak salah paham dengan hadis di atas.
“Meski pasar tidak disukai Allah, kita masih boleh ke pasar, karena pasar tempat berniaga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, selagi bisa bersikap adil dan jujur,” tegas Kiai Syai.
Beliau manambahkan, ulama dahulu bersikap bijak menyikapi hadis tersebut dengan membangun masjid bersanding dengan pasar, guna memberikan jalan bagi penjual dan pengunjung pasar tidak lupa dengan kewajibannya beribadah kepada Allah.
“Pasar yang bersanding dengan masjid itu barokah, bisa menambah keberlangsungan aktivitas pasar, terbukti pasar yang bersanding dengan masjid tidak pernah bangkrut,” jelas kiai Saifuddin.
“Keberkahan masjid tidak sebatas pada pasar, tapi bisa pada semua bidang usaha. Oleh karena itu, para hadirin jika ingin membangun usaha, bisa di dekat dengan masjid, yang penting tidak lupa meramaikan masjid,” terangnya.
Terakhir beliau mengingatkan kepada para undangan agar menjadikan peringan maulid Nabi sebagai sarana menambah kecintaannya kepada Nabi Muhammad, meneladai perilaku beliau.
“Berkah Nabi Muhammad, kita menjadi umat yang istimewa, nilai amal kita berlipat ganda di banding umat sebelumnya, sudah sepatutnya kita bersyukur menjadi umat nabi Muhammad dengan selalu bersholawat kepadanya dan berusaha meneladai perilaku beliau,” tukai Kiai Syai.
Reporter: Imam S (NUO.19-001)
Editor: A6

