SURABAYA — 25 November 1967 merupakan hari lahir (Harlah) Korps PMII Putri (KOPRI). Pada tahun ini, Badan Semi Otonom organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut genap berusia 52 tahun.
Pada usianya yang lebih dari setengah abahd itu, KOPRI Pengurus Koordinator Cabang (PKc) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader KOPRI menjadi inspirator bagi perempuan Indonesia.
Ajakan itu disampaikan Raudatul Janah, Wakil Ketua II KOPRI PKC PMII Jawa Timur, Senin (25/11/2019), saat ditemui di Sekretariat KOPRI Jatim, Jl. Kebonsari VII No. 57 Surabaya.
“Bagaimana kader-kader KOPRI menjadi inspirator untuk perempuan-perempuan Indonesia, khususnya Jawa Timur. Mari kita buktikan, bahwa perempuan juga bisa berperan dimana saja. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini, perempuan harus mampu melek dan bersaing,” jelas perempuan yang akrab disapa Aida itu.
Mantan Ketua KOPRI PC PMII Pamekasan tersebut menyebutkan, diusianya yang tidak lagi muda, KOPRI bannyak sekali mencetak kader yang aktif pada berbagai leading sector, seperti pejabat publik, politisi dan beberapa posisi penting lainnya.
Lebih lanjut, Aida menunjukkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tentang Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tahun 2019. Dalam data tersebut tertulis adanya peningkatan angkatan kerja sebanyak 548 ribu.
Aida menjelaskan, berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki dan perempuan mengalami perbedaan yang sangat mencolok. TPAK laki-laki sebesar 83,84 persen, sedangkan TPAK perempuan 56,79 persen. Menurutnya, data ini menunjukan, perempuan di Jawa Timur masih bannyak yang tidak bekerja.
“Maka dari itu, KOPRI PKC PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk peka dan pandai memanfaatkan peluang kerja yang ada, semisal bidang IT. Jarang perempuan ditempatkan di posisi ini. Yang banyak, perempuan ditempatkan di bagian sekretaris atau bendahara, padahal di era teknologi ini sudah banyak perempuan yang mumpuni dalam bidang IT,” pungkasnya.
Reporter: Abror
Editor: Ahnu

