PAMEKASAN — Masa tahun 90-an, banyak lagu anak-anak yang memang khusus diciptakan bagi mereka. Berbeda dengan sekarang. Lagu karangan AT Mahmud, Pak Kasur, Ibu Sud dan pengarang lagu anak lainnya, tenggelam digantikan oleh lagu-lagu percintaan yang dinyanyikan band-band ternama.
Melihat kondisi ini, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan, KH. M. Musleh Adnan, merasa prihatin dan merindukan kehadiran para penulis lagu anak-anak.
Kiai Musleh menilai, kehadiran penulis lagu anak-anak sangat penting. Pasalnya, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh vokalis dewasa band-band ternama tersebut menjadikan anak-anak dewasa sebelum waktunya.
Hal ini diungkapkan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur itu melalui akun Facebook pribadinya, Rabu (27/11/2019) pagi.
Di akun Facebooknya, Kiai Musleh membagikan sebuah video anak-anak yang sedang bermain bersama temannya sambil menyanyikan lagu “Satu Hati Sampai Mati” yang dinyanyikan oleh Elsa Pitaloka bersama Thomas Arya.
“Saya merindukan hadirnya para pemusik yang menulis lagu anak-anak supaya mereka tidak menjadi dewasa sebelum waktunya karena banyak sekali anak-anak saat ini masa kecilnya terampas oleh tontonan dan nyanyian orang dewasa,” tulis kiai yang dikenal kocak tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, postingan tersebut dikomentari oleh puluhan pengguna dan ditanggapi oleh seratus lebih akun Facebook.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

