News

Ra Maltuf Ajak Pemuda Pahami Hakikat Pacaran

PAMEKASAN – “Apa sih pacaran halal itu?” Kalimat tanya ini menjadi pembuka yang disampaikan oleh RPA. Wazirul Jihad, Ketua komunitas budaya Koloman Pojok Surau (KPS) saat memandu jalannya kegiatan Kongkow Bareng KPS bertema “Pacaran ‘Halal’”, di Pendopo Budaya Wakil Bupati Pamekasan, Sabtu (14/02/2020) malam.

Berbagai macam wacana di masyarakat berkenaan kehalalan maupun keharaman pacaran itu harus ditinjau kembali agar tidak salah menafsirkannya.

“Kalau memang halal, seberapa besar tingkat kehalalan dalam hal pacaran,” Kelakar Ra Wazir, sapaan akrabnya.

Islam, menurut Ra Wazir, tidak mengenal istilah “pacaran”, karena dalam Islam hanya ada ta’aruf yang menjadi salah satu “pintu masuk” terciptanya hubungan kekeluargaan.

“Pacaran (berasal. Red.) dari kata pacar, adalah simbol untuk melamar gadis,” disampaikan oleh Maltuful Anam atau yang akrab disapa Ra Maltuf, salah satu pembicara pada kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Ra Maltuf menyampaikan, seiring terjadinya perubahan sosial, makna asal kata ta’aruf disalahgunakan dalam praktiknya.

“Secara praktik ada sedikit kesalahan,” tegasnya.

Jika ditinjau kembali hukum pacaran, menurut teori ushul fiqh, hukum asal pacaran boleh sebelum ada syariat yang melarangnya dan belum melanggar apa saja batasan-batasan dalam agama, sesuai dengan teori qaidah “al-ashlu fi al-asyya’i al-ibahah” (hukum asal segala sesuatu ialah mubah).

Pacaran reah asal hukuma olle (pacaran ini hukumnya boleh. Red.) yang dalam praktiknya belum melanggar hukum syariat,” ungkap mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya.

Dalam kegiatan bulanan itu, hadir sebagai pemateri: Moh. Fudholi (akademisi), Slamet Gustiantoko (Kepala Cabagn Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan), Farid Mawardi (Dosen Syari’ah IAIN Madura), Fathur Rahman (mantan Ketua PC GP Ansor Pamekasan). Tampak hadir juga: Kiai Mukhlis Nasir (Ketua MWCNU Palengaan), Raja’e (Wakil Bupati Pamekasan).

Acara yang dimulai sekira pukul 19:30 WIB itu diikuti oleh berbagai kalangan pemuda: akademisi, mahasiswa, aktivis, guru, santri. Tampak juga perwakilan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA, SMK, MA se-Pamekasan.


Reporter: Farid
Editor: Ahnu