PAMEKASAN — Peringatan hari lahir (Harlah) ke-97 NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan mendatangi kediaman Nenek Junna di Desa Palesanggar, Pegantenan. Kedatangan rombongan tersebut guna membantu anggota Muslimat NU itu meronovasi rumahnya yang tidak layak huni melalui Divisi Bedah Rumah Panitia Harlah ke-97 NU, Selasa (25/02/2020).
Rumah yang berumur ratusan tahun ini merupakan warisan yang diperoleh dari neneknya, rumah berukuran 4×9 m itu dihuni oleh tujuh orang anggota keluarga: Nenek Junna dansuaminya, Fathor, anak Nenek Juna, beserta istrinya dan orang anak Fathor yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Kepada NU Online Pamekasan, Marsulam, suami Nenek Junna, mengaku tidak tahu umur rumah dan umur dirinya.
“Rumah ini milik bapak, saya sendiri tidak tahu umurnya berapa, sejak masa Soekarno saya masih ada,” ungkap Marsulam yang sudah lanjut usia itu.

Abdul Mu’in, Kordinator Divisi Bedah Rumah Panitia Harlah ke-97 NU, akan berusaha semaksimal mungkin memperpaiki sekaligus menambah ukuran rumah tersebut sesuai dengan arsitek yang sudah dipersiapkannya.
“Kami sudah mendapat bantuan dana dan bahan seperti batu bata, semen, dan keramik; dan insyaallah dengan niat baik ini akan terus berdatangan para donatur yang akan memberikam bantuan kepada Nenek Junna ini,” tukasnya.
Sementara, rencana tindak lanjut pembongkaran dan pembenahan akan diusahakan pekan depan. Mu’in akan mengerahkan anggota Banser yang ada di Kecamatan Palengaan dan Pegantenan.
Penulis: Batam
Editor: Ahnu

