PAMEKASAN — Pekan Edukasi peserta kerja praktik Fakultas Teknik Universitas Islam Madura (UIM) 2020 sudah memasuki hari kedua, Selasa (25/2/2020). Kegiatannya dikemas dengan seminar pendidikan bertemakan “Sinergitas dan Peran Generasi Bangsa di Era Digitalisasi” di Aula Lantai 3 Yayasan Al-Asy’ariyah, Pengandingan, Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut Jamaluddin sebagai pemateri. Jajak, panggilan akrab Jamaluddin, menilai acara tersebut sangat bagus karena tema sentralnya “Pemuda Bisa Apa?”
“Tema sentral ini bisa menguras pikiran untuk memberi pemaparan secara luas, mengingat zaman yang serba instan di era digitalisasi ini,” tegasnya.
Jajak mengimbau kepada siswa-siswa MTs/MA Miftahul Ulum Pegandingan agar tidak tertinggal oleh kehidupan yang dinamis ini.
Selain itu, Jajak juga menyampaikan bahwa pemuda adalah aset negara yang paling berharga. Baginya, di tangan pemudalah kemajuan suatu negara bisa diketahui, di era digitalisasi ini yang disebut dengan istilah Revolusi Industri 4.0.
“Di era ini lekerjaan manusia sebagian besar sudah tergeser oleh robot dan dikendalikan oleh komputer,” tekannya.
Jajak berharap agar siswa-siswi MTs/MA Miftahul Ulum Pegandingan tetap menjaga moral dan memperluas pengetahuan.
“Agar tidak tertinggal oleh zaman karena generasi bangsa tidak boleh bodoh,” sambung Jajak.
Dalam kesempatan itu, Arul sebagai moderator menyampaikan pernyataan Soekarno: “Bermimpilah kalian setinggi langit. Jika kalian jatuh maka akan jatuh di antara bintang-bintang.”
Tidak hanya itu, aktivis PMII tersebut juga mengajak siswa-siswi MTs dan MA Miftahul Ulum Pegandingan untuk berkontribusi aktif dalam kemajuan bangsa.
“Karena tanpa pemuda, bangsa ini bisa apa?” tukasnya.
Reporter: Idrus
Redaktur: A6

