PAMEKASAN — Seiring perkembangan zaman, literasi sangat penting dikembangkan dan ditanamkan dalam diri mahasiswa. Bukan hanya dalam bidang membaca dan menulis saja, tapi banyak hal yang harus dipahami berkenaan literasi.
Hal ini disampaikan Umarul Faruq saat menjadi pemateri pada Kajian Literasi Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indinesia (PR PMII) Fakultas Syariah (Fasya) Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Pamekasan, Rabu (26/02/2020), di Lapangan Parkir Kantor Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) IAIN Madura.
Di hadapan para peserta, Faruq mengatakan, kader PMII, khususnya Rayon Fasya harus lebih meningkatkan kemapuan literasi demi memyongsong perubahan lebih baik.
“Dari beberapa hasil penelitian menyatakan, Indonesia berada di urutan nomor dua negara terendah pada dunia literasi; dan mungkin dari Rayon Fasya menjadi awal baik perubahan,” ungkap Faruq.
Menurutnya, literasi sangat penting agar setiap pribadi tidak mudah dibohongi oleh orang lain.
“Kerendahan kita dalam bidang literasi, kita akan mudah dibohongi,” tegasnya.
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan, pengetahuan di bidang literatur akan membawa setiap orang pada perubahan. Di samping literatur yang bersifat fleksibel dan di bisa digunakan di mana saja.
“Pengetahuan literatur bersifat fleksibel dan bisa digunakan dimana saja, ” pungkas pria asal kelahiran Palengaan, Pamekasan tersebut.
Reporter: Farid
Editor: Ahnu

