NEWS

Kiai Said Minta Jemaah Pahami Kebijakan Arab Saudi Tutup Sementara Izin Umrah

Jakarta — Kekhawatiran Kerajaan Arab Saudi terhadap penyebaran virus Corona ke tanah suci, izin umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi ditutup sementara. Akibatnya, jemaah umrah gagal berangkat dan menumpuk di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, Kamis (27/02/2020).

Budi Karya, Menteri Perhubungan Republik Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada para Jemaah dan memintanya agar memaklumi kebijakan Kerajaan Saudi. Permohonan maaf itu disampaikannya saati ia mengecek keadaan jamaah umrah di Bandara Soetta.

Sampai saat ini, terdapat 3.225 lebih kasus virus Corona terjadi di luar China, sumber penyebaran virus corona. Hari ini, ada sebanyak 2.801 orang di seluruh dunia meninggal akibat terinfeksi virus itu. Sejauh ini, Iran menjadi negara dengan kasus kematian akibat virus corona terbanyak yakni sebanyak 19 jiwa. Jumlah ini menempatkan Iran di urutan kedua setelah China.

Menyikapi kebijakan Kerajaan Arab Saudi itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, menilai kebijakan Kerajaan Arab Saudi tersebut sudah tepat. Kebijakan itu, menurut Kiai Said, bertujuan mengihindari mafsadah atau kerusakan.

Dikutip NU Online Pamekasan dari laman resmi PBNU, Jumat (28/02/2020), pendapat Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah itu didasarkan pada kaidah fikih ‘dar’ al-mafasid muqaddam ‘ala jalb al-mashalih’ (menghindari kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat atau kebaikan)’.

“Nah, ketika dikhawatirkan ada jamaah umrah yang membawa virus Corona datang dari Indonesia, Singapura Malaysia, Timur sinilah, China, di sana kan jamaah kan banyak di Makkah, Madinah dari berbagai negara nanti akan menyebar virus itu ke mana-mana sedunia, ya berarti mafasid-nya besar sekali. Mafsadah harus ditolak lebih awal daripada mendapatkan pahala umrah,” ucap Kiai Said, seperti dikutip nu.or.id.

Kiai Said meminta agar para jemaah umrah memahami kebijakan Kerajaan Arab Saudi. Profesor bidang tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu mengatakan, niat ibadah umrah yang tulus, tetap akan mendapatkan balasan kebaikan yang setimpal, meskipun gagal terlaksana karena terkendala merebaknya virus Corona. “Mereka harus sadar, insyallah pahala sudah didapat. Dengan niat yang tulus Allah sudah memberi balasan setimpal walaupun (umrah) belum terlaksana. Ya harus sadarlah bahwa ini untuk kepentingan lebih besar, lebih banyak, lebih manfaat,” terangnya.


Penulis: Ahnu
Editor: Wiyono
Foto: NU Online