PAMEKASAN — Organisasi keperempuanan Nahdlatul Ulama (NU) Muslimat NU merupakan sayap perjuangan NU dalam memperjuangan dan membentengi paham Ahlussunnah wal Jama’ah di kalangan perempuan. Badan Otonom (Banom) yang khusus mewadahi perempuan nahdliyin ini juga memiliki peran penting memajukan NU.
Hal ini disampaikan oleh RP. KH. Thoriq Sya’rani, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Jl. KH Hasan Shinhaji, Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan, saat dirinya menyampaikan ceramah agama pada acara Isra Mikraj yang digekar oleh Ikatan Hajah Muslimat (IHM) NU Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Proppo, Kamis (27/02/2020), di Desa Banyubulu, Proppo.
“Ikatan Hajah Muslimat NU ini memiliki peranan yang sangat penting di dalam kehidupan beragama dan berbangsa. Peranan Muslimat (NU. Red.) juga sangat vital dalam kemajuan Nahdlatul Ulama,” ucap putra muharrik NU Pamekasan, RP. KH. Sya’rani, ini.
Lebih lanjut, kiai yang akrab disapa Ra Thariq ini menyampaikan, Muslimat NU melalui IHM NU harus mampu memposisikan diri sebagai organisasi sayap yang menjadi kepanjangan tangan dalam menyampaikan visi misi NU dan ajaran-ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di kalangan perempuan.
Tidak hanya itu, Ra Thariq juga mengisahkan sejarah perjuangan ayahnya membentuk kepengurusan NU di pelosok-pelosok desa yang ada di Kabupaten Pamekasan.
“Dulu, pendiri NU di Pamekasan ini Kiai Siroj (KHR. Sirojuddin, pendiri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Red.), sampai kemudian ada Kiai Sya’rani yang diperintahkan untuk keliling-keliling Pamekasan mendirikan NU, khususnya di Proppo ini. Malam-malam Kiai Sya’rani bertamu ke rumah-rumah warga (mengucapkan. Red.): ‘Assalamu alaikum’ untuk mendirikan NU,” kisahnya.
Selain dihadiri oleh pengurus PAC Muslimat NU Proppo, tampak hadir juga dalam acara yang diikuti oleh 300 lebih anggota itu: K. Hambali Mawardi, Wakil Sekretaris PCNU Pamekasan.
Penulis: Ahnu
Editor: Wiyono

