PAMEKASAN — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL). Agenda yang akan berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (10-13/03/2020), itu dianggarkan menghabiskan dana sebesar 65 juta rupiah. Meski demikian, panitia pelaksana tidak menggunakan proposal permohonan dana untuk mendapatkan dana.
“Sebagaimana kita ketahui, ketua GP Ansor Pamekasan (Syafiuddin. Red.) mengharamkan panitia pelaksana buat proposal. Nah, itu membuat kita lumayan pusing,” ujar Faridi, Ketua Panitia Pelaksana PKL PC GP Ansor Pamekasan, saat menyampaikan laporan panitia pada opening ceremony, Selasa (10/03/2020), di Ballroom Hotel Front One, Jl. Jokotole Pamekasan.
Faridi menjelaskan, meski Ketua PC GP Ansor Pamekasan menginstruksikan demikian, pihaknya mengaku tidak khawatir. Pasalnya, kegiatan yang ia koordinatori akan diberkahi oleh para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) berkat doa para masyayikh.
“Jika kita berusaha seratus persen, maka doa kita dua ratus persen. Ini NU banget. Kita percaya doa para kiai, para ulama, para masyayikh akan menjadikan acara ini sukses, meski dari segi pendanaan sangat minim,” lanjut mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan tersebut, disambut tepuk tangan hadirin.
Lebih lanjut, pemuda yang berprofesi sebagai dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Pamekasan itu mengatakan, PKL yang akan dilangsungkan di Pondok Pesantren Miftahul Qulub Polagan, Galis, Pamekasan itu diikuti oleh 95 peserta delegasi PC GP Ansor se-Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Ada ratusan peserta yang mendaftar, tapi yang memenuhi syarat hanya 95 orang. Jadi, 95 orang ini adalah orang-orang pilihan semua. Ada yang dari Kebumen, Jawa Tengah, dari Sumenep, dan delegasi cabang-cabang lainnya,” tangkasnya.
Hadir dalam kesempatan itu: Raja’e (Wakil Bupati Pamekasan), KH. Abdurrahman Abbas (Sekretaris PCNU Pamekasan), Abdullah Saidi (Ketua Bawaslu Pamekasan), dan beberapa pimpinan Forkopimda Kabupaten Pamekasan.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

