PAMEKASAN — Tugas dan fungsi utama Gerakan Pemuda (GP) Ansor ialah menjadi pasukan garda depan menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah. Pasalnya, secara teoritis, hasil penelitian, serta secara pandangan sufi, paham Aswaja ini terbukti benar.
Begitu kata KH. Abdurrahman Abbas, Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan saat menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) yang digelar Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Pamekasan, Selasa (10/03/2020), di Ballroom Hotel Front One, Jl. Jokotole Pamekasan.
“Jangan sampai Ansor menjadi penyerang sekaligus penjaga gawang. Saya khawatir Ansor akan terpapar virus-virus bernahaya. Bukan corona atau virus apa, tapi virus trans-nasional. Bajunya Ansor, tapi paradigma berpikirnya bukan Ansor. Ini bahaya,” tegas Kiai Abdurrahman.
Kiai Abdurrahman juga mengisahkan sejarah perjuangan GP Ansor Pamekasan tempo dulu. Dulu, Lanjut Kiai Abdurrahman, GP Ansor benar-benar menjadi pengawal ulama, Aswaja An-Nahdliyah dan NKRI. Terbukti, imbuhnya, GP Ansor Pamekasan dengan gagah perkasa melawan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).
“Ansor ini didirikan tidak melalui proses yang singkat, tapi melalui proses yang sangat panjang dan atas petunjuk Allah melalui istikharah yang dilakukan oleh para kiai terdahulu. Jangan malu mengatakan ‘saya NU, saya penegak Aswaja An-Nahdliyah, saya pengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia’,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Kiai Abdurrahman mengajak para pemuda yang hadir agar tetap istikamah mengabdi di NU melalui GP Ansor.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

