PAMEKASAN — NU merupakan organisasinya para wali, sebab pendirinya juga para ualiya’ dan waliyullah, tentu dengan cara yang sangat hati-hati. Karena mendirikan NU tidak cukup isyarah dari wali, dan tidak cukup dengan musyawarah.
“Kiai Hasyim Asy’ari dan tokoh ulama lainnya beristikharah lewat ziarah ke makam waliyullah, bahkan ada utusan khusus yang ditugaskan ke Madinah untuk mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW., beristikharah kepadaNya,” terang Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kadur, KH. Ihyauddin Yasin saat memberi sambutan pada acara puncak kegiatan Harlah ke-97 NU MWCNU Kadur di Lembaga Pendidikan Nurul Falah, Kertagena Daya, Kadur, Pamekasan, Jum’at malam (13/03/2020).
Isthikharah di sini, tambahnya, dalam artian bukan menyembah, tetapi berinteraksi langsung. Dengan izin Allah SWT berupa karamah kepada beliau-beliau yang melakukan istikharah, bisa berjumpa langsung dengan hambaNya yang sudah meninggal.
“Sebelum memutuskan membentuk NU, para pendiri meminta petunjuk kepada Allah melalui Rasulullah dan hambanya yang mulia (waliyullah, Red). Ini dilakukan semata-mata karena takut salah kepada Allah dan karena tanggung jawabnya dunyawiyan wa ukhrawiyan (dunia dan akhirat, Red.),” tegas Kiai Ihya’, sapaannya.
Lantas beliau menerangkan hikmah di balik usaha tersebut di atas yang tidak lepas dari keterlibatan Allah dan RasulNya.
“Salah satu bentuk barakah-nya, dalam melakukan kegiatan, NU tetap optimis, tidak bergantung pada dananya ada atau tidak, tapi tetap bergerak, sehingga kegiatan NU tetap sukses dilaksanakan,” terangnya.
Kiai Ihya’ melihat, kegiatan NU tidak pernah kendor dan tetap konsisten dalam memperjuangkan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Baik musim penghujan atau kemarau tetap istikamah berdakwah, baik menjelang pemilu atau tidak, NU tetap menjalankan misi organisasinya guna menyampaikan pesan keislaman yang rahmat lil ‘alaman,” ungkap Pengasuh Ponpes Miftahul Anwar, Klompek, Pamoroh, Kadur, Pamekasan tersebut.

Mbah Hayim Asy’ari Minta Petunjuk Rasulullah dan Waliyullah Sebelum Mendirikan NU
Pages: 1 2
