SAMPANG — Menghadapi Covid-19, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ketapang bersama Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di bawahnya seperti, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), PMII, Pagar Nusa, Muslimat NU, Fatayat NU, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) membuka Posko Peduli dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gabungan. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga menjadi bagian Satgas tersebut.
Selain itu, dibentuknya Posko dan Satgas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab NU sebagai bagian dalam hidup berbangsa dan bernegara serta menjadi jembatan bagi warga sekitar.
Agenda tersebut diawali dengan penggalangan dana yang digelar di berbagai titik, namun dipusatkan di Simpang Tiga Ketapang, Sampang, Kamis, (09/04/2020).
“Titik penggalangan dana ini dipusatkan di simpang tiga Ketapang, dan diletakkan juga di tempat-tempat keramaian. Disasarkan untuk pengguna jalan agar bisa ikut andil memberikan sumbangsihnya. Dan ada juga yang masuk terhadap tokoh masyarakat tokoh agama seperti Kepala Desa yang ada di Ketapang,” jelas Edi Rusmanto, Koordinator Pendanaan.
Hasil penggalangan dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), anti septik dan semacamnya. Tidak hanya itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk penyemprotan disinfektan pada tempat perkumpulan seperti masjid, pondok oesantren, dan tempat pendidikan.
“Jika dana ini dianggap cukup, maka akan diadakan juga penyemprotan pada pusat perkumpulan seperti masjid, musala, pondok pesantren dan yayasan,” imbuhnya.
Edi berharap, keberadaan Satgas Gabungan tersebut dapat membantu masyarakat mencegah penyebaran Covid-19, dan menyosialisasikan bahaya virus yang nerasal dari Wuhan, Cina tersebut.
“Kami berharap agenda ini bisa memberikan kesadaran terhadap masyarakat Ketapang, bahwa apa yang terjadi saat ini bukan main-main. Karena wabah virus corona ini tidak hanya di Indonesia saja, tapi di banyam negara di dunia terkena wabah tersebut. Jadi kami harap untuk masyarakat Ketapang khususnya, supaya lebih waspada dan hati-hati. Antisipasi diri, jaga kebersihan dan ikuti anjuran pemerintah,” ajaknya.
Abd. Salam, salah satu warga Ketapang, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap, bisa menjadi jembatan bagi warga tidak mampu dan dapat meminimalisir kepanikan masyarakat Ketapang. Karena, tidak hanya menggalang dana, dalam kegiatan itu juga dijelaskan gejala dan pencegahan virus corona kepada warga.
“Saya senang dan terima kasih kepada warga NU sudah besar hati membantu dan peduli terhadap masyarakat Ketapang. Semoga bermanfaat dan virus tersebut bisa hilang,” tuturnya.
Reporter: Husairi
Editor: Ahnu

