PAMEKASAN — Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus corona, Tim Robotik Sekolah Menengah Atas (SMA) Ma’arif 1 Pamekasan, Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, menciptakan alat cuci tangan otomatis.
Selain itu, program tersebut juga bertujuan melatih kepekaan para peserta didik, juga mengembankan kemampuan mereka.
Alat tersebut dilengkapi dengan sensor yang dirangkai sendiri oleh anggota tim di bawah bimbingan Sika Warsito, salah seorang guru SMA Ma’arif 1 Pamekasan, yang bertindak sebagai instruktur.
Kelebihannya, alat ini akan beroperasi secara otomatis ketika ada yang menjulurkan tangan di bawah kran. Tanpa harus menyentuh atau memutar kran, air akan mengalir sendiri. Ketika tangan ditarik, otomatis air berhenti mengalir.
“Jadi kalau menggunakan mesin otomatis hasil rakitan anak-anak SMA Maarif 1 Pamekasan ini, akan terhindar dari penularan virus, karena tidak menyentuh kran yang dimungkinkan kalau menggunakan kran, virus bisa menempel di kran itu kalau tidak dibersihkan setelah membasuh tangan,” jelas Sika, Sabtu pagi (18/04/2020).

Sarjana komputer tersebut mengaku sangat bangga atas capaian anak didiknya itu. Tidak hanya karena mengikuti arahan dan petunjuk yang ia berikan. Lebih dari itu, tim yang dibinanya juga tampak giat dan menunjukkan semangat yang luar biasa sehingga setiap rencana selalu tercapai sesuai target.
Ainul Gurri, Wakil Kepala Sekolah, berencana akan membuat tempat cuci otomatis sebanyak sepuluh tempat cuci yang akan ditempatkan di sejumlah ruangan sekolah.
“Cuma kami masih terhambat dengan pendanaan,” lanjutnya.
Sementata itu, Amiliya, siswa kelas 10 IPA yang tergabung dalam Tim Robotik SMA Ma’arif 1 Pamekasan merasa sangat senang terhadap kegiatan pembuatan tempat cuci otomatis ini. Pasalnya, dia merasa tidak sedang menuntut ilmu di sekolah yang ada di pelosok desa.
“Iya, seakan-akan kami menemukan sesuatu yang baru di sekolah ini, dan seakan-akan kami tidak bersekolah di pedesaan, karena banyak hal baru yang kami dapatkan. Ya, di antaranya bisa membuat tempat cuci otomatis yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan,” timpal Ummi Hanik, anggota tim lainnya.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

