PAMEKASAN — Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj, mengharapkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi penerus intelektualitas pendiri NU, Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asyari atau Mbah Hasyim, dan ulama-ulama NU lainnyanseperti KH. Wahid Hasyim dan putranya, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Harapan ini disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jagakarsa, Jakarta Selatan tersebut saat menyampaikan ucapan selamat hari lahir (Harlah) ke-60 PMII melalui sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube NU Channel, Jumat (17/04/2020), beberapa menit lalu.
“Tidak boleh padam, tidak boleh kendor, tidak boleh surut. Malah, kalau bisa, lebih dari beliau-beliau. Kalau toh tidak bisa, melestarikan, melanjutkan, continue program, continue intellectual dari beliau-beliau tersebut,” lanjut Guru Besar Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu.
Lebih lanjut, kiai kelahiran 3 Juli 1953 itu juga meminta, kader PMII harus meyakini sebagai ashhab al-haq atau pemilik kebenaran, yakni: al-haq al-diny (benar dalam cara beragama) dan al-haq al-wathany (benar dalam cara berbangsa dan bernegara.
“Itu harus yakin. Harus yakin. PMII membawa misi dan visi yang sangat mulia, mempertahankan dua kebenaran: kebenaran cara beragama, kebenaran cara berbangsa dan bernegara,” tegas alumnus Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’en Lirboyo Kediri, Jawa Timur tersebut.
Kiai Said mengaku, sebelum dirinya kuliah di Universitas King Abdul Aziz dan Umm al-Qura Arab Saudi, ia sempat berkuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta selama tiga tahun. Di kampus ini ia mengenal PMII. Waktu itu, Ketua PMII Cabang Yogyakarta dijabat oleh almarhum KH. Slamet Efendi. Di antara pengurus yang lain, lanjut Kiai Said, ialah Firdaus Basuni, Ikhwan Syam, Nadzir Muhammad, Ali Muhtarom, Masyhur Amin, dan lain-lain.

