Nama-nama tersebut membimbing Kiai Said mengikuti kaderisasi formal PMII. Dan berkat senior-seniornya itu, suami Ny. Hj. Nur Hayati Abdul Qodir ini mulai menyadari pentingnya berorganisasi, perlunya berdakwah melalui organisasi dan men-jam’iyah-kan jama’ah atau mengorganisir jemaah serta potensi yang ada agar lebih bermanfaat juga terkonsolidasi.
“Saya waktu itu banyak belajar dari senior-senior saya apa arti organisasi, karena waktu itu saya baru keluar dari Lirboyo. Lirboyo kan santri seratus persen, tidak ‘ngerti organisasi, tidak ‘ngerti manajemen. Alhamdulillah, walaupun saya cuma tiga tahun, saya pernah diajak berdemonstrasi oleh Pak Slamet. Dua kali itu. Demo kedatangan Menteri Agama ke IAIN, Pak Mukti Ali, dan demo kedatangan Pak Ali Murtopo,” tutur mantan Sekretaris PMII Rayon Krapyak, Yogyakarta itu.
Menurutnya, demonstrasi penolakan itu merupakan pengalaman yang sangat berkesan ketika ia sadar, tirani kezaliman dan tirani kediktatoran harus dilawan. Hal itu, imbuh Kiai Said, bukan merupakan bentuk kesombongan, tapi sebagai kewajiban agama dan kewajibannya sebagai bangsa atau umat dalam menyuarakan kebenaran serta melawan kezaliman.
“Sekarang, di saat yang sekarang ini, beda dong denga masa orde baru. Tinggal kita, bagaimana kita tetap mempertahankan kebenaran yang kita miliki dan kita mampu mempengaruhi kebenaran itu kepada generasi yang akan datang, dan mempertahankan, menjaga keutuhan cara berfikir Ahlussunnah wal Jama’ah dari tantangan, rongrongan, baik dari kanan (Islam radikal), maupun dari kiri (liberal, sekuler), yang sekarang terkenal lagi namanya Grup Anarko,” paparnya.
Anarko, menurut Kiai Said, merupakan jaringan bawah tanah yang tidak jelas pemimpinnya. Yang jelas, tutur Kiai Said, kelompok tersebut datang tahun ’95 dari luar negeri, tepatnya dari Prancis. Kelompok ini bertujuan menghancurkan kemapanan.
“Di Indonesia tidak jelas siapa ketuanya. Yang jelas, ada jaringannya. Ini yang akan merusak tatanan berbangsa kita. Kita tidak boleh kalah, tidak boleh minder, tidak boleh surut dari prinsip kita menghadapi tantangan seperti itu,” tangkasnya.

