PAMEKASAN – Tim pelaksana gerakan kartu anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) MWCNU Larangan, terus melakukan konsolidasi untuk menyukseskan program tersebut. Tim mulai membagikan formulir kepada anggota tim untuk segera didistribusikan ke warga NU di tingkat ranting.
Ketua Tim Pelaksana Gerakan Kartanu, KH. Buhari Ahyar menjelaskan, MWCNU Larangan akan berjuang sekuat tenaga untuk menyukseskan program Kartanu. Untuk menyukseskannya, tim melibatkan badan otonom untuk bersama-sama bergerak mengawal warga NU yang belum ber Kartanu.
“Tim tidak hanya dari MWCNU, tetapi pengurus Banom yang masih gress juga ikut terlibat,” ujar Kiai Buhari Ahyar, Jumat (11/09/2020).
Selain pengurus Banom, tim juga melibatkan Kader Penggerak NU (KPNU) Larangan. KPNU juga akan menjadi ujung tombak, menjemput bola ke warga NU agar bisa mengikuti program Kartanu.
“Di masing-masing desa sudah kami bentuk Korting atau koordinator ranting yang siap menyukseskan Kartanu,” tandasnya.
Pria yang juga Wakil Ketua MWCNU Larangan ini mengungkapkan, selain nahdliyin di tingkat ranting, para santri di pondok pesantren NU, juga akan diajak untuk menyukseskan program Kartanu. Menurutnya, pesantren merupakan kantong pertama dan utama kader NU dalam memahami Aswaja An-Nahdliyah.
“Santri juga jadi sasaran ber Katanu. Oleh sebab itu, Korting akan silaturahim dan konsolidasi dengan pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Larangan,” tandasnya.
Penulis: Taufiqurrahman

