PAMEKASAN — Nahnu: Journal of Nahdlatu Ulama and Contemporary Islamic Studies yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Palengaan resmi meraih akreditasi SINTA 4 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Status akreditasi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode 3 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 24 Juli 2026.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Jurnal Nahnu yang dibentuk pada 15 Februari 2023. Empat bulan kemudian, tepatnya 15 Juni 2023, jurnal tersebut resmi menerbitkan edisi perdana secara daring sebagai media publikasi ilmiah yang mengusung kajian Nahdlatul Ulama dan isu-isu keislaman kontemporer. Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Jurnal Nahnu berhasil memperoleh pengakuan nasional melalui akreditasi SINTA 4.
Jurnal Nahnu juga mencatat sejarah sebagai satu-satunya jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh MWCNU di lingkungan Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi MWCNU lainnya untuk mengembangkan budaya riset, publikasi ilmiah, dan penguatan tradisi keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ketua Lakpesdam MWCNU Kecamatan Palengaan, Mohsiyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, tim pengelola, editor, reviewer, penulis, dan semua pihak yang telah bekerja bersama hingga Jurnal Nahnu memperoleh akreditasi nasional.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim pengelola Jurnal Nahnu, editor, reviewer, penulis, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan capaian yang membanggakan ini,” ucapnya, Rabu (29/07/2026).
Mohsi, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan awal untuk membangun tradisi akademik yang semakin kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, jurnal ilmiah bukan sekadar sarana publikasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang pengembangan pemikiran, pertukaran gagasan, dan penguatan kontribusi NU dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Wakil Rektor III Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIMU) Pamekasan itu menegaskan bahwa pengelola akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal, baik dari sisi tata kelola maupun mutu artikel ilmiah, agar mampu meraih akreditasi yang lebih tinggi dan masuk ke dalam pengindeks internasional bereputasi.
“Semoga prestasi ini semakin memperkuat tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama, mendorong lahirnya publikasi ilmiah yang berkualitas, menjadi pijakan untuk meraih akreditasi yang lebih tinggi dan reputasi akademik yang semakin luas,” katanya.
“Semoga di periode selanjutnya sudah bertengger di pengindeks internasional bereputasi,” imbuh mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur

