PAMEKASAN – Sekira lima ratus orang perwakilan beberapa alumni pondok pesantren (Ponpes), Ahad siang (04/10/2020), mendatangi Mapolres Pamekasan guna menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan moral kepada Polres setempat agar segera menangkap pemilik akun Facebook “Muhammad Izzul”.
Dalam orasinya, R. Mukhlis Nasir, koordinator massa aksi, memberikan jangka waktu tiga hari kepada Polres agar segera menangkap pelaku ujaran kebencian yang menyebutkan KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, sebagai simpatisan Partai Komunis Pamekasan (PKI).
Menurut Ra Mukhlis, sapaan akrabnya, “Muhammad Izzul” tidak hanya melecehkan Ponpes. Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, tapi juga melecehkan Nahdlatul Ulama (NU), karena Kiai Taufik merupakan ikon NU di kabupaten berjargon Bumi Gerbang Salam itu.
“Jika dalam jangka waktu tiga hari ini pemilik akun Facebook ‘Muhammad Izzul’ tidak ditangkap, maka kami pastikan Pamekasan ini akan banjir manusia, kami akan bergerak lagi dengan jumlah massa yang jauh lebih besar,” teriak Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan tersebut.
Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya itu percaya pihak kepolisian dapat menangkap pelaku dalam jangka waktu yang ia berikan. Pasalanya, menurut Ra Mukhlis, Polisi dibekali peralatan canggih dan memadai serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Menanggapi hal itu, Kapolres Pamekasan, AKBP. Apip Ginanjar, mengiyakan permintaan massa aksi. Ia mengaku pihaknya mengerahkan tim khusus dan sudah melaporkan kasus hate speech tersebut kepada Kapolda Jawa Timur. Karena menurutnya, ia juga ingin pelaku segera terungkap dan kasus segera selesai.
“Kami punya tim, kami punya sumber daya. Namun demikian, mohon bersabar. Ini semua butuh waktu. Jadi, mohon apabila memang ada informasi dan lain sebagainya, sampaikan kepada kami. Biarkan kami bekerja dengan ranah kami. Kami mohon supaya lebih tenang. Kita menyikapinya harus lebih cooling down. Biarkan Polisi yang bergerak,” ucap Apip.
Usai menyampaikan keinginannya, massa aksi membubarkan siri secara tertib sambil melantunkan “Shalawat Badar”.
Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu

