NEWS

Tausiah RKH. Muhammad Muddatstsir Badruddin

Akhir-akhir ini saya mendengar adanya gejolak ataupun pra-gejolak di negri kita tetcinta, baik yang berasal dari upaya amar ma’ruf nahi munkar yang murni dan ikhlas, ada juga yang memang tujuannya tidak baik. Dari hal-hal tersebut, lalu timbul fitnah pengadu domba yang sangat mungkin dibeli atau dibiayai oleh pihak tertentu baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Umat Islam, khususnya kaum santri yang siang malam mengkaji Al-Qur’an maupun Al-Hadits hendaknya jangan mau diadu domba oleh siapapun. Semua harus sadar, di akhir zaman, di mana kita sedang berada, akan banyak fitnah-fitnah yang muncul dan mengadu domba di antara kaum muslimin, bahkan di antara komponen bangsa Indonesia pada umumnya, di mana umat Islam merupakan mayoritas.

Banyak pihak yang ingin republik ini hancaur: ulama dengan ulama diadu, santri dengan santri diadu, pelajar dengan pelajar diadu, polisi dengan TNI diadu, institusi keagamaan diadu, seperti pesantren atau ulama dengan kepolisian diadu. Padahal semuanya adalah mitra dalam membina keamanan, ketertiban, ketenangan, ketentraman, menegakkan keadilan dalam rangka membangun kesejehtraan bersama.

Apabila kita terpecah-belah, maka akan menjadi lemah dan antek-antek Dajjal akan menguasai semua lini, umat kita menderita kesengsaraan, dan akan menyesal.

Hadits Shahih Rasulullah SAW. mewanti-wanti menganjurkan umatnya dan beliau mengamalkn sendiri yaitu “Ta’awwudz” atau mohon perlindungan agar dihindarkan dari siksa jahanam dan siksa kubur yang termasuk rukun iman yang wajib diimani keberadaannya oleh setiap manusia, dilanjutkan dengan mohon dijauhkan dari keburukan fitnah Dajjal.

Saya mengajak semua pihak, mari saling ber-taushiyah dengan kebenaran, bukan saling mengajak keburukan, dan ber-taushiyah dengan sabar menahan diri, karena zaman sudah sangat akhir “menjelang maghrib”.

Sekarang saatnya perintah Allah SWT ini kita amalkan. Marilah kita saling ingatkan untuk saling menjaga perkataan, tingkah laku dan sopan santun sebelum kita menyesal di dalam kubur.

Semoga kita menjadi orang yang disayangi Allah dan sekalian penghuni langit serta dijemput dengan hormat oleh “petugas-petugas surga”. Amin.


RKH. Muhammad Muddatstsir Badruddin (Pengasuh PPMU Panyepen, Mustasyar PWNU Jawa Timur)