PAMEKASAN — Menyambut satu abad usia Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027 mengusung tema besar “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”. Tema ini merupakan implementasi ajaran Islam yang terdapat dalam alquran dan hadis.
Hal ini disampaikan KH. Ali Rahbini Abdul Lathif saat menyampaikan taujihat pada acara halalbihalal yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Palengaan, Ahad malam (29/05/2022), di Aula Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Sekar Anyar, Rombuh, Palengaan, Pamekasan.
Diksi “Merawat jagat”, menurut alumnus PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini merupakan implementasi nilai-nilai agama yang termaktub dalam alquran surat Al-Anbiya’ ayat 107: “Wa ma arsalnaka illa rahmatan li al-‘alamin”.
“NU akan menjaga, merawat jagat, maksudnya adalah bagaimana tidak hanya Indonesia, dunia menjadi sejuk dengan datangnya Islam yang rahmatan li al-‘alamin,” jelas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pamekasan yang akrab disapa Kiai Rahbini itu.
Selama ini, lanjut Kiai Rahbini, di kalangan nahdliyin ada ungkapan, “Selama ada NU, Indonesia, insyaallah, akan aman”.
“Karena NU itu lahir untuk perdamaian. Semoga ungkapan ini bukan ungkapan kejemawaan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Wakil Rais MWCNU Kecamatan Palengaan ini menegaskan, karakteristik NU sejak awal didirikan ialah mencari persamaan dibandingkan mencari perbedaan. Bahkan, menurutnya, bisa dikatakan mengesampingkan perbedaan.
Sedangkan diksi “Membangun peradaban”, jelas Kiai Rahbini, merupakan implementasi hadis Nabi Muhammad yang diutus untuk menyempurnakan akhlak umat manusia.
“Sesuai hadis, bahwa Nabi Muhammad itu diutus untuk ‘liutammima makarima al-akhlaq’, ‘innama bu’itstu liutammima makarima al-akhlaq’. Ini yang dimaksud membangun peradaban,” jelasnya.
Diikuti oleh seluruh pengurus MWCNU Kecamatan Palengaan, serta Ketua Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di lingkungannya, acara itu sedang berlangsung saat berita ini diturunkan.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur

