PAMEKASAN — Orang-orang Kairo, Mesir, terheran-heran, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa hidup berdampingan dan damai meski banyak terdapat suku, etnis, agama dan kebudayaan di dalamnya.
Hal ini disampaikan Adimuddin, alumni Universitas Al-Azhar Kairo, saat menjadi pembicara pada kegiatan rutin bulanan yang digelar oleh Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS-RA) Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Nyalabu Daya, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (22/02/2020) malam, di balai desa setempat.
“Saya sampaikan, Indonesia ini punya Bhinneka Tunggal Ika dan NU sebagai perekat secara kultural,” tutur Penasehat Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Nyalabu Daya itu.
Sebelum itu, Adimuddin mengatakan, saat ini banyak kelompok yang ingin membubarkan NU, Ansor, khususnya Banser. Kelompok itu, jelas Adimuddin, tidak tahu, Banser merupakan “anak kandung” NU.
Tidak hanya itu, kelompok ini, lanjut Adimuddin, juga menuduh NU keluar dari khitthah. Faktanya, NU sampai hari ini tetap eksis mengawal paham Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Jika NU keluar dari Khitthah, imbuh Adimuddin, pasti NU sudah bubar sejak dulu.
“Jadi, saya hari ini mengajak teman-teman, bergabung dengan Ansor dan mengabdikan diri di NU. Insyaallah aktif di Ansor, selamat dunia dan akhirat. Ini dawuh para sesepuh,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Hadi yang juga bertindak sebagai pembicara mengatakan, para pemuda GP Ansor dipersiapkan menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Oleh karenanya, ia mengajak para pemuda desa yang hadir dalam kesempatan itu agar berproses di GP Ansor.
“Ayo berproses di Ansor. Ansor organisasi paling lengkap yang ada di dunia ini. Ibaratkan pabrik, Ansor adalah perusahaan yang memproduksi pemimpin ikhlas dan berintegritas, karena pendirinya adalah para wali,” lanjut alumni Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan itu.
Dalam kesempatan itu, tidak hanya dihadiri Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Pamekasan dan kader-kader GP Ansor Nyalabu Daya saja. Pemuda desa yang tidak aktif di organisasi kepemudaan NU tersebut juga turut serta nimbrung mengikuti diskusi tersebut.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

