PAMEKASAN – Ahmad Ghazali, seorang tokoh pendidikan asal Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, mengajak pelajar di Kabupaten Pamekasan, Madura, agar mempertimbangkan kuliah di Jepang sebagai alternatif yang menarik. Ghazali menjelaskan, kuliah di Jepang jauh lebih mudah dari pada kuliah di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Ghazali saat mejadi pembicara pada acara bertajuk “Talk Show Sosialisasi dan Bimbingan Beasiswa S1/S2/S3 di Jepang” yang diadakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Pamekasan, Selasa (04/07/2023) di Aula Kantor PCNU Pamekasan.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh para peserta didik menengah atas dan mahasiswa di Kabupaten Pamekasan itu, Ghazali menjelaskan alasan di balik pernyataannya tersebut. Dia menyebutkan, sistem pendidikan di Jepang memiliki banyak keunggulan, termasuk kurikulum yang terstruktur dengan baik, fokus pada pengembangan keterampilan praktis, dan dukungan pemerintah setempat yang kuat.
“Kuliah di Jepang dapat memberikan banyak peluang dan manfaat bagi pelajar Indonesia. Jangan takut untuk meraih peluang internasional,” kata alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan ini.
Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang ini mengungkapkan, persiapan yang matang dan tekad yang kuat merupakan faktor penting meraih kesuksesan studi di Jepang.
“Pada awalnya, saya merasa cemas tentang biaya hidup dan kehidupan di negara yang baru bagi saya. Namun, dengan istikamah dan percaya diri, saya berhasil mengatasi tantangan tersebut,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Ghazali membagikan beberapa tips kepada hadirin yang ingin kuliah di Jepang dengan biaya murah: pertama, beasiswa. Pelajari dengan baik berbagai opsi beasiswa yang tersedia, baik dari pemerintah Jepang maupun lembaga lain. Hal ini, menurut Ghazali, harus dipersiapkan dan mengajukan aplikasi beasiswa dengan cermat, sambil memperhatikan tenggat waktu yang ditentukan.
“Kedua, pembiayaan alternatif. Selain beasiswa, cari tahu tentang sumber pembiayaan alternatif seperti pinjaman pendidikan atau program magang dengan beasiswa penuh. Konsultasikan dengan kantor pusat universitas dan perusahaan terkait untuk memperoleh informasi lebih lanjut,” paparnya.
Selain itu, part-time job juga menjadi solusi kuliah murah di Jepang. Calon mahasiswa, lanjut Ghazali, harus mencari tahu tentang izin kerja paruh waktu untuk mahasiswa internasional di Jepang. Pekerjaan paruh waktu, menurutnya, dapat membantu mengurangi beban keuangan dan memberikan pengalaman kerja yang berharga.
Lebih lanjut, Ghazali juga menekankan pentingnya menjaga motivasi dan semangat yang tinggi selama masa studi. “Adaptasi dengan budaya dan lingkungan baru adalah hal yang wajar, tetaplah terbuka untuk belajar, berteman dengan baik, dan menjaga semangat positif. Jangan ragu untuk meminta bantuan dan dukungan dari teman sekelas, dosen, dan staf universitas,” tegasnya.
Dengan istikamah, kepercayaan diri, dan tekad yang kuat, Ghazali membuktikan, kuliah di Jepang dapat dicapai dengan biaya yang terjangkau.
Di akhir presentasinya, Ghazali berharap pengalamannya dapat memotivasi dan membantu calon mahasiswa Indonesia dalam mengejar studi tinggi di Jepang.
Reporter: Amel
Editor: Ahnu

