PAMEKASAN — Kondisi Kamis malam di desa Branta Pesisir Pamekasan tak seperti biasanya. Semula, awan malam itu tampak seperti biasanya. Namun, ketika semakin larut, akhirnya berkah zikir dan selawat, desa tersebut diguyub hujan deras. Kamis (31/10/2019) Malam.
Hujan perdana tersebut turun bertepatan dengan acara Pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Branta Pesisir Pamekasan yang dikemas Ranting NU Branta Pesisir Bersholawat bersama Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq.
Turunnya hujan tersebut menarik perhatian ribuan nahdliyin yang menghadiri acara tersebut. Banyak sorotan dan komentar dari masyarakat, sebab akhir-akhir ini di berbagai tempat, utamanya di Kabupaten Pamekasan lama tidak turun hujan
Kepada NU Online Pamekasan, Lukman, salah satu warga yang hadir pada acara tersebut, merasa wajib bersyukur karena Pamekasan selama ini mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.
“Alhamdulillah, ini berkah NU berzikir dan berselawat, akhirnya kota yang sudah mulai kekurangan air akhirnya malam ini Allah menurunkan hujan,” ujarnya.
Lukman mengatakan, hujan yang turun waktu acara tersebut merupakan anugerah besar bagi masyarakat Pamekasan, walaupun di satu sisi membuat masyarakat yang hadir basah kuyup.
Senada dengan itu, KH. Abdullah Samsul Arifin atau yang akrab disapa Gus Aab yang bertindak sebagai penceramah dalam kegiatan itu juga angkat bicara terkait turunnya hujan perdana tersebut.
“Jangan mengeluh adanya hujan ini. Kita harus bersyukur, karena pasti hujan pertama ini membawa berkah kepada kita,” tuturnya di atas panggung.
Reporter: Syarofi
Editor: Ahnu

