NEWS

BPJS Kesehatan Pamekasan–PCNU Siap Sinergi Sukseskan JKN–KIS

PAMEKASAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Cabang Pamekasan dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan bersinergi menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN–KIS).

Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, KH Taufik Hasyim menuturkan, pihaknya siap berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan memberikan sosialisasi seputar Program JKN–KIS kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat memahami hak dan kewajibannya dalam Program JKN–KIS.

“PCNU (Pamekasan, Red.) siap untuk membantu (BPJS Kesehatan, Red.) memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan yang sesuai dengan bidang kami. Jadi, harapannya masyarakat bisa memahami apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Misalkan untuk mendaftarkan menjadi peserta, atau membayar iuran secara rutin karena ini termasuk ta’awun (gotong royong, Red). Termasuk kami juga dapat memberikan pandangan kepada masyarakat mengenai isu–isu yang berkaitan dengan prinsip syariah dalam penyelenggaraan Program BPJS Kesehatan (JKN–KIS, Red.),” ujar Kiai Taufik pada, Rabu (28/04t2021).

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Elke Winasari, mengapresiasi dukungan PCNU Pamekasan. Pihaknya menjelaskan, Program JKN–KIS ini merupakan program bersama milik seluruh rakyat Indonesia. Sehingga BPJS Kesehatan akan bersinergi dengan para pemangku kepentingan, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama–sama menyukseskan Program JKN–KIS.

“Sinergi dengan PCNU Pamekasan ini merupakan hal yang sangat positif. Tentunya kami berharap dengan adanya sinergi ini, edukasi yang dilakukan oleh masyarakat akan berjalan dengan lebih optimal,” ujar Elke.

Elke juga menambahkan, selama ini masih terdapat perilaku sebagian peserta JKN—KIS yang belum mencerminkan perilaku gotong royong. Perilaku tersebut di antaranya mendaftarkan diri dan membayar iuran Program JKN hanya pada saat memerlukan pelayanan kesehatan. Namun setelah sembuh, peserta tidak lagi melaksanakan kewajibannya membayar iuran.   

“Dalam Program JKN–KIS, semangat yang sangat dijunjung tinggi adalah semangat gotong royong dan saling membantu sebagai bentuk ibadah. Di mana yang sehat akan menghibahkan iuran untuk membantu yang sakit, dan yang mampu menghibahkan iuran untuk membantu yang kurang mampu. Ini tentunya sangat selaras dengan ajaran agama maupun nilai–nilai yang selama ini ada di dalam masyarakat. Nantinya PCNU Pamekasan yang akan ikut menyampaikan tentang semangat gotong royong dan saling membantu ini dari sudut pandang ajaran agama,” tukasnya.


Reporter: Citizen
Editor: Citizen