PAMEKASAN – Beberapa hari yang lalu beredar berita tentang protes Ketua Pimpinan Cabang Lembaha Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pamekasan, M. Fudholi Nur, terhadap isi buku “Sejarah Pamekasan” cetakan ketiga tahun 2016. Fudholi menyayangkan konten dalam buku tersebut yang menyebutkan bahwa institusi pesantren berasal dari Hindu.
Bupati Pamekasan Achmad Syafii tampak terkejut dengan adanya protes tersebut. Dia mengaku tidak tahu dan baru mendengarnya. Sikap ini disampaikan Syafii ketika salah NU Onlie Pamekasan meminta klarifikasi terkait protes tersebut.
“Saya tidak tahu kalau ada protes. Buku itu kan disusun oleh tim yang sudah kami bentuk. Sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke saya,” ujarnya, sesaat setelah menghadiri acara Halal Bihalal dan Harlah Muslimat NU ke-71 yang digelar PC. Muslimat NU Pamekasan, Sabtu (29/07/17) di Gedung Islamic Centre Pamekasan.
Sementara itu, di tempat yang sama, M. Fudoli Nur mengungkapkan kekecewaannya, baik kepada tim maupun Bupati Pamekasan.
“Harusnya ada langkah tegas, baik dari tim penyusun maupun Bupati Pamekasan untuk memperbaiki buku itu, biar tidak terkesan main-main,” tegas alumnus PMII Surabaya tersebut.
Reporter: Abror
Editor: Anam
