PAMEKASAN — Pemandangan tak biasa terlihat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Ma’arif 1 Pamekasan, Terrak, Tlanakan, Pamekasan. Pasalnya, sebelum memulai pelajaran, para pelajar itu mengkhatamkan Al-Qur’an sebelum memulai pelajaran.
Masing-masing pelajar membaca satu juz Al-Qur’an hingga lengkap 30 juz. Sisanya dibagikan lagi sampai mereka semua mendapatkan bagian. Selain menghatamkan Al-Qur’an, para pelajar juga menggekar istigasah.
Hal ini, menurut Abu Siri, merupakan tindak lanjut surat edaran Gubernur Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan berkenaan pandemik Virus Corona atau Covid-19.
Guru mata pelajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) ini melanjutkan, melalui pembacaan Al-Qur’an dan istigasah semua elemen di sekolah tempatnya mengajar diberi kesehatan oleh Allah dan dijauhkan dari wabah Virus Corona.
“Setelah sosialisasi surat edaran Gubernur Jatim dan Bupati, siswa diminta masuk ke kelas masing-masing dan membaca shalawat Tibbil Qulub dan menghatamkan Al Qur’an di tiap kelas; dan tiap anak satu Juz dan bagi sisanya dibagi lagi,” ujar mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu.
Menurut alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu, para pelajar SMA Ma’arif 1 Pamekasan tidak hanya sehat jasmani, tapi kesehatan rohani mereka juga terjaga.
“Dengan harapan semua siswa terhindar dari wabah penyakit termasuk wabah Virus Corona,” pungkasnya.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

