PAMEKASAN – Pengurus Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Pamekasan menggelar Diklat Akbar II Baca Tulis dan Tahfidz Al-Qur’an Metode Tartila di Aula Lantai II Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan yang diagendakan berlangsung Sabtu-Ahad (18-19/07/2026) tersebut diikuti para guru Al-Qur’an dari berbagai lembaga.
Ketua Dewan Otonom (DO) PC JQHNU Kabupaten Pamekasan, KH. Khoirul Amin, menjelaskan bahwa diklat tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di Kabupaten Pamekasan serta mencetak guru Al-Qur’an yang kompeten dalam mengajarkan baca tulis dan tahfiz Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid melalui Metode Tartila.
“Tujuan utama diklat akbar II ini adalah mencetak guru Al-Qur’an yang kompeten dalam mengajarkan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dengan metode yang menyenangkan,” ujarnya, Sabtu (18/07/2026).
Ia menuturkan, peserta dibekali metodologi Tartila agar mampu mengajarkan membaca Al-Qur’an secara fasih dan tartil, sekaligus menulis huruf Arab melalui Tartila Bil Qalam secara terstruktur. Menurutnya, pendekatan tersebut akan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik sejak usia dini.
“Kami ingin para guru mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang mindfull, meaningfull, dan enjoyfull, sehingga anak-anak lebih mudah memahami sekaligus mencintai Al-Qur’an,” lanjutnya.
Selain meningkatkan kompetensi guru, melalui agenda tersebut, PC JQHNU Kabupaten Pamekasan berharap dapat membumikan kembali Metode Tartila sebagai produk orisinal JQHNU. Tidak hanya itu, metode tersebut, ucap Kiai Khoirul, diharapkan menjadi media utama dalam gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Metode Tartila merupakan warisan JQHNU yang perlu terus dikembangkan agar semakin luas manfaatnya bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an,” jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, diklat tersebut juga diarahkan untuk menanamkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an melalui “Smart Tahfidz” dengan irama khas Tartila, yakni Rost dan Naqrisy, sebagai bagian dari pembentukan akhlāqul-karīmah.
Melalui kegiatan ini, PC JQHNU Kabupaten Pamekasan menargetkan lahir banyak guru Al-Qur’an yang profesional, mampu mengajarkan Al-Qur’an secara benar sesuai kaidah tajwid, sekaligus menumbuhkan generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Intan
Editor: Redaktur

